English Version | Bahasa Indonesia

Prosesi Jumenengan Paku Alam X Berlangsung Singkat

January 07, 2016 13:43


Paku Alam X memberikan sabda yang pertama (Foto: Trasmara

Yogyakarta, Kerajaannusantara.com - Prosesi Jumenengan Dalem KBPH Prabu Suryodilogo menjadi KGPAA Paku Alam X dilaksanakan di Bangsal Sewatama, Kamis (7/1). Acara yang dijadwalkan memakan waktu 3, 5 jam ternyata hanya berlangsung selama dua jam saja, dimulai jam 09.18 WIB. Jumenengan ditandai dengan penyelipan keris dari KPH Kusumo Parasto ke pinggang KBPH Prabu Suryodilogo. Usai penyematan keris, Paku Alam X langsung memberikan sabdanya.

“Kewajian yang akan saya laksanakan adalah tugas berat, karena saya akan melanjutkan kewajiban leluhur Mataram sebagai pengemban kebudayaan,” kata Paku Alam X .

Oleh karena itu, Paku Alam X membatasi makna kebudayaan sebagai sebuah praktek intelektual yang berkaitan dengan kegiatan pemerintah sehingga kebudayaan tidak hanya identik dengan manisfestasi berkesenian belaka. “Tugas sebagai pengemban kebudayaan bukan tugas yang mudah, saya akan terus berada dalam ketegangan antara tradisi dan pembaharuan,” papar Paku Alam X.

Tradisi di Kadipaten Pakualaman tidak terpisahkan dari Kesultanan Yogyakarta. Untuk menjalankan itu Paku Alam X meminta peran warga Yogya dan keluarga besar Pakualaman saling menyatu.

Dalam mangayubagya Jumenengan Dalem diketengahkan Tari Bedaya Angro Akung yang dibawakan 7 penari puteri. Bedaya ini mula-mula diciptakan oleh Paku Alam II dan digubah oleh Paku Alam VIII. Bedaya Angro Akung menggambarkan pencarian R. Panji kepada Dewi Anggraeni.

Jumenengan Dalem ini dihadiri oleh Sultan HB X dan GKR Hemas, Megawati Soekarno Putri, Puan Maharani, Mensekneg Dr. Praktino, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menbud Dikdasmen Anies Baswedan, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Untuk menandai jumenengan, sore harinya jam 15.00 dilakukan kirab ageng dengan menggunakan 6 kereta, 6 gajah Kebun Binatang Gembira Loka, Prajurit Plangkir, Prajurit Lombok Abang, Prajurit Kaveleri, Manggala Yudha, dan marching band. Jalan yang dilalui adalah Sultan Agung – Gajah Mada- Bausasran – Gayam – Cendana – Kusuma Negara – Sultan Agung dan kembali ke Puro. Sedang untuk pesta rakyat akan diadakan pada 14-15 Januari 2016 di Lapangan Swewandanan dengan menampilkan berbagai kesenian rakyat. *(Teguh R Asmara)


Read : 280 time(s)
« Kingdom home

Share

Comment Form