English Version | Bahasa Indonesia

Istana Utama

Istana Nurul Iman

Istana Nurul Iman memiliki arti “Cahaya Keimanan”. Istana ini merupakan kediaman resmi Sultan Brunei Darussalam ke-29, Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah. Istana ini dibangun pada tahun 1980 dan selesai pada tahun 1984. Selain berfungsi sebagai kediaman Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, Istana Nurul Iman juga berfungsi sebagai Istana Kenegaraan Brunei Darussalam. 

Istana terbesar se-dunia versi Guinness World Records ini berlokasi di Bukit Lumadin, Jalan Tutong yang terletak di pinggiran Sungai Brunei, beberapa kilometer di sebelah selatan Bandar Seri Begawan, Ibukota Brunei Darussalam. Istana Nurul Iman dibangun di atas lahan seluas 200.000 M². Sebagai perbandingan, luas Istana Kerajaan Spanyol di Madrid adalah 134.999,5 M²; Istana Buckingham di Inggris 77.000 M²; dan Istana Versailles 51.210 M².

Kemegahan Istana Nurul Iman didukung oleh berbagai fasilitas dengan kualitas terbaik. Istana Nurul Iman memiliki 1.788 buah kamar, 257 kamar mandi, 18 lift, sebuah masjid yang mampu menampung 1.500 jamaah, sebuah aula untuk menjamu para tamu yang sanggup menampung hingga 4.000 orang, 5 kolam renang, klinik, kompleks olahraga, pendingin udara untuk 200 kuda polo milik Sultan, garasi mobil yang sanggup menampung 110 buah mobil, dilengkapi 44 tangga, 564 gantungan lampu, dan 51.000 bola lampu.

Istana berarsitektur Melayu-Islam klasik ini merupakan buah karya seorang arsitek berkebangsaan Filipina, Leandro V. Locsin. Desainer interior di dalam istana adalah Kuan Chew, Desainer Kepala KCA Internasional. Kontraktor proyek pembangunan Istana Nurul Iman ditangani oleh Ayala International, sebuah firma dari Filipina. Biaya pembangunan Istana Nurul Iman sebesar $ 1,4 juta.

Istana Nurul Iman tidak dibuka untuk umum. Namun, sekali dalam setahun ketika perayaan Idul Fitri, Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah melakukan open house dan membuka istana untuk umum.

Dibaca : 10671 kali
« Kembali ke Tentang Istana

Share

Form Komentar

mulyadi arifin mempawah 06 Nopember 2011 21:45

Adakah kaitan antara Kerajaan Brunei dgn kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat indonesia?