English Version | Bahasa Indonesia

Undang-Undang Jenayah Syara’ Harus Dilaksanakan

13 Oktober 2011 14:31


Sultan Hassanal Bolkiah (duduk di tengah memakai baju kuning)
berfoto bersama dalam Seminar AntaraBangsa

Undang-undang Jenayah Syara' harus dilaksanakan di Brunei Darussalam, demikian visi yang diungkapkan oleh Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah (Sultan Hassanal Bolkiah). Pernyataan ini disampaikan oleh Sultan Brunei ke-29 tersebut ketika meresmikan Seminar AntaraBangsa Perundangan Islam yang berlangsung di Pusat Persidangan Pertahanan Antarabangsa (BRIDEX) pada (12/10).

Menurut Sultan Hassal Bolkiah, Undang-undang Jenayah Syara' atau Undang-undang yang sesuai dengan hukum Islam harus dilaksanakan segera. Beliau berpendapat bahwa isi dari undang-undang tersebut sangat relevan untuk diterapkan pada setiap sendi kehidupan rakyat Brunei, sebab telah tersurat dan tersirat dalam Al Qur'an. Argumentasi Sultan Brunei ini berlandaskan pada praktek pemerintahan di zaman Nabi Muhammad SAW yang terbukti telah berhasil menerapkan hukum Islam.

Dalam praktek pelaksanaan, Undang-undang Jenayah Syara' bisa berjalan beriringan dengan pelaksanaan hukum negara yang selama ini telah mengatur kehidupan rakyat Brunei. Bahkan, Sultan Bolkiah bercita-cita untuk memadukan antara hukum negara yang sesuai dengan hukum Islam, singkat kata hukum negara yang Islami.

Pernyataan Sultan Bolkiah tersebut disampaikan dalam Seminar AntaraBangsa Perundangan Islam. Seminar bertema “Ke Arah Pelaksanaan Undang-undang Syariah” ini merupakan seminar yang pertama kali digelar. Pelaksanaan seminar pada dasarnya merupakan wujud dari cita-cita Sultan Bolkiah yang menginginkan undang-undang hukum Islam, termasuk di dalamnya undang-undang syariah, agar bisa segera direalisasikan di Brunei Darussalam. Hal ini sangat sesuai dengan falsafah hukum dan pemerintahan Brunei Darussalam, yaitu Melayu Islam Beraja.

Seminar AntaraBangsa Perundangan Islam menurut rencana akan digelar antara tanggal 12-14 Oktober 2011. Sebanyak 14 pemakalah akan mengisi seminar ini. Selain dari Brunei Darussalam, para pemakalah berasal dari beberapa negara lain, seperti Yordania, Arab Saudi, Pakistan, dan Australia.

Pada hari pertama, Mufti Kesultanan Brunei Darussalam, Yang Berhormat Pehin Datu Seri Maharaja Dato Paduka Seri Setia (Dr.) Ustadz Haji Awang Abdul Aziz menyampaikan makalah berjudul “Pelaksanaan Undang-undang Syariah”. Dr. Ustadz Haji Awang Abdul Aziz dalam paparannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Undang-undang syariah dapat meliputi semua aspek kehidupan seperti aspek akhidah, akhlak, ketuhanan, jual-beli, perbankan, hubungan antarbangsa, hingga aspek perang.

Tunggul Tauladan/05/10-2011

Sumber Foto: http://www.pelitabrunei.gov.bn


Dibaca : 2076 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar