English Version | Bahasa Indonesia

Sejarah Kerajaan / Kesultanan

  • Sejarah

    a.Sejarah Awal Brunei (Kerajaan Brunei Tua) Catatan sejarah menyebutkan bahwa peradaban Brunei diketahui telah ada sejak abad ke VI. Kala itu, daerah Brunei dikenal sebagai salah satu pelabuhan persinggahan para pelaut dari Cina, Arab, dan India. Para pelaut yang didominasi kaum pedagang tersebut biasanya singgah sejenak di pelabuhan Brunei kemudian melanjutkan pelayaran ke daerah-daerah yang kini kita kenal dengan nama Indonesia. Beberapa catatan sejarah menyebutkan tentang daerah yang kini dikenal dengan nama Brunei ini dalam beberapa penyebutan (istilah). Dalam catatan sejarah Cina, Brunei dikenal dengan nama Po-li, Po-lo, atau Pu-ni. Dalam catatan sejarah Arab, Brunei disebut dengan nama Zabaj atau Randj. Sedangkan para pelaut (pedagang) Arab menyebut “Laut Brunei” untuk perairan yang kini kita kenal dengan nama Laut Cina Selatan. Po-li, Po-lo, dan Puni Catatan sejarah Cina pada masa pemerintahan Dinasti Liang (502-566 ... Selengkapnya »

  • Silsilah dan Periode Pemerintahan

    Silsilah Sultan Brunei di bawah ini dimulai sejak Kesultanan Brunei mendapat pengaruh agama Islam dari Kesultanan Johor. Indikator pengaruh tersebut yaitu ketika Raja Brunei, Awang Alak Betatar menikah dengan Puteri Johor sekitar tahun 1368 M, sehingga berganti nama menjadi Sultan Muhammad Shah. Silsilah para Sultan Brunei sebagai berikut: Sultan Muhammad Shah (1362-1402 M) Merupakan Raja pertama Brunei yang memeluk Islam. Sebelum memeluk Islam, Sultan Muhammad Shah bernama Raja Awang Alak Betatar. Beliau naik tahta pada tahun 1362 M menggantikan ayahnya, baginda Sang Aji (Aji Naruwing/Baruning).Pada tahun 1402 M, Sultan Muhammad Shah mangkat dan digantikan oleh Sultan Abdul Majid Hasan (1402-1408 M). Namun nama Sultan Abdul Majid tidak termasuk ke dalam Salasilah Raja-raja Brunei yang pernah memerintah Kesultanan Brunei. Pateh Berbai bergelar Sultan Ahmad (1408-1425 M) Sultan Sharif Ali (1425-1432 M) Sultan Sulaiman (1432-1485 ... Selengkapnya »