English Version | Bahasa Indonesia

Silsilah

Silsilah Sultan Brunei di bawah ini dimulai sejak Kesultanan Brunei mendapat pengaruh agama Islam dari Kesultanan Johor. Indikator pengaruh tersebut yaitu ketika Raja Brunei, Awang Alak Betatar menikah dengan Puteri Johor sekitar tahun 1368 M, sehingga berganti nama menjadi Sultan Muhammad Shah. Silsilah para Sultan Brunei sebagai berikut:

  1. Sultan Muhammad Shah (1362-1402 M)

    Merupakan Raja pertama Brunei yang memeluk Islam. Sebelum memeluk Islam, Sultan Muhammad Shah bernama Raja Awang Alak Betatar. Beliau naik tahta pada tahun 1362 M menggantikan ayahnya, baginda Sang Aji (Aji Naruwing/Baruning).
    Pada tahun 1402 M, Sultan Muhammad Shah mangkat dan digantikan oleh Sultan Abdul Majid Hasan (1402-1408 M). Namun nama Sultan Abdul Majid tidak termasuk ke dalam Salasilah Raja-raja Brunei yang pernah memerintah Kesultanan Brunei.

  2. Pateh Berbai bergelar Sultan Ahmad (1408-1425 M)
  3. Sultan Sharif Ali (1425-1432 M)
  4. Sultan Sulaiman (1432-1485 M)
  5. Sultan Bolkiah (1485-1524 M)
  6. Sultan Abdul Kahar (1524-1530 M)

    Periode pemerintahan di Kesultanan Brunei antara tahun 1530-1533 mengalami tiga kali pergantian Sultan. Ketiga Sultan Brunei tersebut berturut-turut adalah Pengiran Muda Besar Ismail, Pengiran Muda Tengah Othman, dan Pengiran Muda Iring Ali Akbar.

  7. Sultan Saiful Rijal (1533-1581 M)

    Ketika Sultan Saiful Rijal memerintah, Kesultanan Brunei terlibat perang dengan Spanyol yang dikenal sebagai Perang Kastila. Perang selama 72 hari tersebut dimenangkan oleh Kesultanan Brunei. Pemimpin pasukan Brunei dalam Perang Kastila, Pengiran Bendahara Sakam bergelar Raja Bendahara pada tahun 1581 M telah disiapkan sebagai pengganti Sultan Saiful Rijal, namun ternyata mangkat sebelum naik tahta.

  8. Shah Brunei (1581-1582 M)
  9. Sultan Muhammad Hasan (1582-1598 M)
  10. Sultan Abdul Jalilul Akbar (1598-1659 M)
  11. Sultan Abdul Jalilul Jabbar (1659-1660 M)
  12. Sultan Haji Muhammad Ali (1660-1661 M)
  13. Sultan Abdul Hakkul Mubin (1661-1673 M)
  14. Sultan Muhyiddin (1673-1690 M)
  15. Sultan Nasruddin (1690-1710 M)
  16. Sultan Husain Kamaluddin (1710-1730 M)
  17. Sultan Muhammad Alauddin (1730-1737 M)

    Sultan Muhammad Alauddin mangkat pada tahun 1737. Setelah beliau mangkat tidak ada pewaris tahta yang naik menjadi sultan, sehingga Sultan Husain Kamaluddin kembali naik tahta. Pada tahun 1740, Sultan Husain Kamaluddin menyerahkan tahta kepada menantunya, Pengiran Muda Tengah Omar Ali Safiuddin yang kemudian naik tahta bergelar Sultan Omar Ali Safiuddin I.

  18. Sultan Omar Ali Safiuddin I (1740-1795)
  19. Sultan Muhammad Tajuddin (1795-1804 M)
  20. Sultan Muhammad Jamalul Alam I

    Beliau naik tahta pada hari Kamis, 15 Muharram 1219 H atau 26 April 1804. Namun, beliau hanya memerintah selama 7 bulan karena mangkat pada hari Sabtu, 6 Sya’ban 1219 H atau 10 November 1804. Tahta Kesultanan Brunei diserahkan kepada putera Sultan Muhammad Jamalul Alam I yang bernama Pengiran Muda Besar Omar Ali Safiuddin II dan bergelar Sultan Omar Ali Safiuddin II. Namun karena Sultan Omar Ali II belum cukup dewasa, maka tahta Kesultanan Brunei diwakilkan kepada Paduka Seri Begawan Sultan Muhammad Tajuddin (Sultan Muhammad Tajuddin).
    Paduka Seri Begawan Sultan Muhammad Tajuddin mengampu tahta Kesultanan Brunei hingga tahun 1807. Alasan usia yang sudah terlampau tua menjadikan Paduka Seri Begawan Sultan Muhammad Tajuddin mengamanatkan kepada Pengiran Di-Gadong Ayah Pengiran Muda Tengah Muhammad Kanzul Alam ibnu Sultan Omar Ali Safiuddin I untuk mengampu tahta Kesultanan Brunei dan bergelar Sultan Muhammad Kanzul Alam.

  21. Sultan Muhammad Kanzul Alam (1807-1826)

    Ketika Sultan Muhammad Kanzul Alam memerintah, pada tahun 1826 secara sepihak beliau mengangkat puteranya menjadi sultan dan bergelar Sultan Muhammad Alam.

  22. Sultan Muhammad Alam (1826-1828 M)

    Pada tahun 1826, Sultan Muhammad Alam meninggal dan tahta Kesultanan Brunei dikembalikan kepada Sultan Omar Ali Safiuddin II.

  23. Sultan Omar Ali Safiuddin II (1828-1852)
  24. Sultan Abdul Momin (1852-1885 M)
  25. Sultan Hashim Jalilul Alam Aqamaddin (1885-1906 M)
  26. Sultan Muhammad Jamalul Alam II (1906-1924 M)
  27. Sultan Ahmad Tajuddin Akhazul Khairi Waddin (1924-1950)
  28. Sultan Omar ‘Ali Safiuddien Sa’adul Khairi Waddien atau Sultan Omar ‘Ali Saifuddien III (1950-1967)
  29. Sultan Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah (1967-Sekarang)
Dibaca : 1213 kali
« Kembali ke Sejarah Kerajaan / Kesultanan

Share

Form Komentar

FUDDI 28 Februari 2012 12:36

Sultan Muhammad Tajuddin terkenal dengan Tan Kapi di Kalbar dan makamnya sayang ga terurus

FUDDI 26 Februari 2012 12:48

Sekadar info "sayang kalau dilewatkan begitu aja". Mungkin terputus keturunan 19 dari Kerajaan Hasanah Bolkiah BERUNAI DARUSSALAM yang bernama SULTAN MUHAMMAD TADJUDIN (1795-1804) terkenal dengan nama samaran TAN KAPI beliau terkenal karna gagah perkasa, gigih membantu masyarakat melawan Belanda. Makamnya kurang terurus di PEDALAMAN Kalbar dan sejarahnya akan hilang begitu aja padahal ini sangat penting bagi keturunannya dan Kerajaan Hasanah Bolkiah BERUNAI DARUSSALAM. Saya ketemu langsung dengan juru kunci makam dan banyak cerita yang mengagumkan. Moga pihak Kerajaan Hasanah Bolkiah BERUNAI DARUSSALAM dapat membaca dan segera bertindak menyikapi, jgn sampai silsilah keturunan hilang wassalam, Fuddi