English Version | Bahasa Indonesia

Tempat Ibadah

Masjid Omar ‘Ali Saifuddien

Merupakan masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Brunei Darussalam ke-28, Sultan Omar ‘Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien atau Sultan Omar ‘Ali Saifuddien III. Masjid ini dibangun pada tanggal 4 Februari 1954 dan diresmikan pada tanggal 26 September 1958. Masjid Omar ‘Ali Saifuddien berlokasi di pinggir Sungai Brunei, tepatnya di Kampung Ayer, Bandar Seri Begawan.

Arsitektur Masjid Omar ‘Ali Saifuddien

Bangunan Masjid Sultan Omar ‘Ali Saifuddien dirancang oleh biro arsitektur Booty Edward and Partners berdasarkan rancangan arsitek berkebangsaan Italia, Cavaliere Rudolfo Nolli. Sedangkan kontraktor pembangunan masjid dikerjakan oleh Sino Malayan Engineers. Masjid yang memiliki arsitektur perpaduan antara gaya Mughal dan Italia ini berdiri di sebuah laguna buatan hasil reklamasi dari lumpur Sungai Brunei.

Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 2 Hektar ini dilengkapi oleh Taman Haji Sir Muda Omar Ali Saifuddien yang terletak di sebelah timur masjid. Taman ini berisi pepohonan yang rimbun, kebun bunga, dan beberapa air mancur yang dibuat sebagai lambang surga.

Lokasi Masjid Sultan Omar ‘Ali Saifuddien dapat dijangkau melalui jembatan yang menghubungkan antara laguna dengan Kampung Ayer. Di sebelah jembatan dibangun replika kapal Sultan Bolkiah yang memerintah Kesultanan Brunei antara tahun 1485-1524 M. Replika kapal ini terbuat dari marmer dengan ukuran 47,1 x 9,3 M. Pada saat-saat tertentu, di geladak kapal ini dipakai untuk pertandingan seni baca Al Qur’an (musabaqah).

Masjid Sultan Omar ‘Ali Saifuddien memiliki sebuah menara utama yang terletak di sebelah utara.  Menara masjid memiliki tinggi 53 M atau tertinggi di Brunei Darussalam. Bagian bawah hingga atas menara berbentuk bujursangkar. Pada puncak menara terdapat tumpuan kubah berbentuk segi delapan dan di atasnya terdapat kubah.

Pelataran masjid dilapisi keramik berpola intricate. Di depan pintu masuk sebelah timur terdapat air mancur. Lantai dasar air mancur ini terbuat dari keramik berpola kain Songket khas Brunei. Di depan pintu masuk sebelah selatan terdapat kolam dan tempat berwudlu. Lantai dasar kolam juga bermotif kain Songket yang terbuat dari keramik. Kolam ini tidak beratap, tetapi dikelilingi selasar bergaya Romanesque Italia pada abad IX-XII. Gaya tersebut terlihat dari bentuk  kolom-kolom bergaris spiral seolah-olah hasil dari untiran (cabling) berderet rapat. Di atas kolom cabling tersebut terdapat pelengkung patah bergaya Timur Tengah Klasik.

Ruang sholat utama berukuran 67,5 x 25,8 M, berbentuk persegi panjang dengan sisi panjang terletak di sebelah utara-selatan sejajar dengan arah kiblat. Pada setiap ujung sisi utara-selatan terdapat menara berpenampang sisi delapan. Setiap puncak menara dihiasi kubah berbentuk bawang kecil model India Klasik. Di dalam menara ini terdapat tangga spiral menuju balkon yang berada di lantai dua. Di balkon ini terdapat maqsura untuk tempat sholat Sultan dan para kerabat Kesultanan Brunei Darussalam. Selain maqsura, pada bagian belakang balkon juga dipergunakan untuk sholat kaum wanita. Ruang sholat utama ini dapat menampung hingga 3.000 jamaah.   

Balkon masjid ditopang oleh tiang (kolom) berjarak 2,4 M yang mengelilingi ruang shalat utama pada sisi kiri, kanan, dan belakang. Kolom-kolom tersebut berpenampang bujursangkar berukuran 60x60 Cm, berlapis marmer berwarna coklat tua yang cukup kontras dengan warna putih yang melapisi dinding masjid. Di atas setiap kolom terdapat lampu dinding dan lengkungan berbentuk segitiga runcing, dan pada masing-masing sisinya terdapat tiga buah lengkungan. Bentuk ini merupakan ciri khas arsitektur Islam pada abad ke XIII di negara sekitar Laut Mediterania. Ruang sholat utama juga dilengkapi dengan plafond bergaya Byzantine pada abad ke IV-XV.

Mihrab Masjid Sultan Omar ‘Ali Saifuddien identik dengan bentuk portico (serambi yang bertiang), segi empat menempel pada dinding. Masing-masing sudut mihrab memiliki menara yang dilengkapi dengan kubah kecil model India Klasik.

Mimbar Masjid Sultan Omar ‘Ali Saifuddien dilengkapi dengan tangga yang terbuat dari marmer. Pada pelataran mimbar terdapat kursi khatib. Di atas kursi khatib terdapat tiang untir dan pelengkung patah, sebagaimana halnya terdapat pada selasar, yang dilengkapi dengan sepasang kubah kembar.

Kubah utama Masjid Sultan Omar ‘Ali Saifuddien berada pada ketinggian 48 M. Kubah ini berlapis emas 24 karat. Puncak kubah berhias replika payung kerajaan dalam keadaan tertutup. Kubah terbuat dari fiberglass berhias kaca patri berwarna-warni sebagai penutupnya, sehingga membentuk efek cahaya berwarna-warni apabila dimasuki cahaya matahari dari luar.

Lampu gantung (chandeliers) dirancang sendiri oleh Sultan Omar ‘Ali Saifuddien. Selain lampu gantung, penerangan juga terdapat pada setiap pinggiran kolom yang menopang ruang sholat utama. Penerangan ini berbentuk lampu dinding yang terbuat dari kuningan berkaca kristal. Lampu-lampu dinding ini juga menerangi berbagai kaligrafi surat-surat pendek Al Qur’an.

Hiasan rawai lidah api merupakan ornamen yang paling banyak dijumpai di dalam masjid. Hiasan ini merupakan corak khas Brunei Darussalam. Interior di dalam masjid dibuat dengan mengimport bahan dari berbagai negara, seperti marmer dari Italia, lampu kristal dari Inggris, batu granit dari Shanghai, dan karpet dari Arab Saudi.

Masjid Sultan Omar ‘Ali Saifuddien merupakan salah satu landmark Kota Bandar Seri Begawan. Selain Masjid Sultan Omar ‘Ali Saifuddien, landmark lainnya adalah Kampung Ayer dan Istana Nurul Iman. Jika ketiga landmark ini ditarik garis lurus, maka akan terbentuk segitiga yang melambangkan falsafah Brunei Darussalam, yaitu Melayu Islam Beraja (MIB). Melayu dilambangkan oleh Kampung Ayer, Islam dilambangkan oleh Masjid Sultan Omar ‘Ali Saifuddien, sedangkan Beraja dilambangkan oleh Istana Nurul Iman.

Dibaca : 5356 kali
« Kembali ke Kesultanan Brunei Darussalam

Share

Form Komentar