English Version | Bahasa Indonesia

Miniatur Istana Amantubillah dan Website Kerajaan Mempawah di Acara Ramah-Tamah

08 Februari 2011 14:13


Mempawah, KerajaanNusantara.comBertempat di Istana Amantubillah, pada (2/2) dihelat acara Perjamuan Ramah-Tamah serta Penganugerahan Gelar Dato dan Pangeran. Acara ini sekaligus juga sebagai acara penutup dalam rangkaian acara Robo-robo.

Dalam kata sambutannya, Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Dr. Ir. Mardan Adijaya M.Sc. menegaskan tentang pentingnya harmonisasi dalam keragaman etnis. Beliau juga mencoba untuk kembali mengingatkan kiprah dari Opu Daeng Menambon yang telah meletakkan fondasi keragaman di Mempawah.

Acara ramah-tamah juga diisi dengan penganugerahan gelar Dato dan Pangeran kepada beberapa orang yang dinilai telah berjasa kepada Kerajaan Mempawah. Anugerah Pangeran diberikan kepada:

Andi Mulyadi SH., diberi anugerah Yang Maha Utama Sri Setia Amantubillah dengan membawa gelar Pangeran Mas Surya Negara; Dato Sri Astana Mahyudin Al Mudra SH. MM., diberi anugerah Yang Maha Utama Sri Setia Amantubillah dengan membawa gelar Pangeran Nata Waskita; Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Patimataranna Gowa diberi anugerah Yang Maha Utama Sri Setia Amantubillah dengan membawa gelar Pangeran Nata Jaya; Andi Bau Mancingen Teba diberi anugerah Yang Maha Utama Sri Setia Amantubillah dengan membawa gelar Pangeran Setia Negara; dan H. Rahmad Satria, SH. MH., diberi anugerah Yang Maha Utama Sri Setia Amantubillah dengan membawa gelar Pangeran Nata Laksana.


Para Penerima Gelar Pangeran dari Kerajaan Mempawah

Sedangkan anugerah Dato diberikan kepada:

Johanes Robini Marianto, OP. diberi anugerah Yang Maha Utama Sri Amantubillah dengan membawa gelar Dato Sri Paduka Astana; Martinus Beltra SE. M.Si. diberi anugerah Yang Maha Mulia Sri Amantubillah dengan membawa gelar Dato Sri Astana; Awang Haji Sahri bin Awang Haji Hakim diberi anugerah Yang Maha Mulia Sri Amantubillah dengan membawa gelar Dato Petinggi Astana; Syafaruddin Usman diberi anugerah Yang Mulia Jasa Amantubillah dengan membawa gelar Dato Sri Duta Astana; Lim Hui Kuang Ahui diberi anugerah Yang Mulia Bakti Amantubillah dengan membawa gelar Dato Panglima Astana; Phoea Tjhia Neng Aming diberi anugerah Yang Mulia Bakti Amantubillah dengan membawa gelar Dato Nata Astana; Asia Rudy diberi anugerah Yang Mulia Bakti Amantubillah dengan membawa gelar Dato Duta Astana; dan Paulus Firmandi Sahadinata diberi anugerah Yang Mulia Bakti Amantubillah dengan membawa gelar Dato Budaya Astana


Para Penerima Gelar Dato dari Kerajaan Mempawah

Pada kesempatan malam ini secara resmi diadakan juga launching website www.kerajaanmempawah.com. Website yang dikerjakan oleh tim Balai Kajian dan Pengembangan Melayu (BKPBM) ini sepenuhnya diserahkan oleh Pemangku BKPBM, Pangeran Nata Waskita Mahyudin Al Mudra SH. MM. kepada Pangeran Ratu Mulawangsa. Secara simbolis penyerahan website www.kerajaanmempawah.com ditandai dengan penyerahan password dan leaflet Kerajaan Mempawah dari Pangeran Nata Waskita Mahyudin Al Mudra SH. MM. kepada Pangeran Ratu Mulawangsa.


Foto Kiri: Pangeran Nata Waskita Mahyudin Al Mudra SH. MM. menyampaikan uraiannya dalam launching website www.kerajaanmempawah.com. Foto kanan: Penyerahan website www.kerajaanmempawah.com yang ditandai penyerahan password dan leaflet dari Pangeran Nata Waskita Mahyudin Al Mudra SH. MM. kepada Pangeran Ratu Mulawangsa

www.kerajaanmempawah.com adalah website pertama di Indonesia yang membahas tentang kerajaan secara komprehensif, sistematis, dan akurat. Sebanyak 31 menu mengupas tentang Kerajaan Mempawah dari berbagai sudut. Hal ini menjadikan website www.kerajaanmempawah.com sangat layak untuk dijadikan obyek penelitian, baik penelitian tentang budaya, sejarah, dan lain sebagainya.    

Tak hanya sebatas menyerahkan website, Pangeran Nata Waskita Mahyudin Al Mudra SH. MM. juga menyerahkan cinderahati berupa miniatur Istana Amantubillah. Maket berbahan dasar kayu jati dan sonokeling dengan ukuran 1,5 x 1,5 x 0.5 meter ini dikerjakan selama 100 hari. Proses panjang yang didahului dengan penelitian dan pengamatan secara langsung ke Istana Amantubillah menjadikan maket ini sangat mirip dengan keadaan sebenarnya. Bahkan yang tak kalah menariknya, maket ini sepenuhnya dikerjakan secara handmade.


Foto Kiri: Pangeran Nata Waskita Mahyudin Al Mudra SH. MM. menyerahkan miniatur Istana Amantubillah kepada Pangeran Ratu Mulawangsa. Foto kanan: Pangeran Ratu Mulawangsa menyerahkan vcd lagu yang berjudul “Melayu Online”

Serasa tak mau ketinggalan dengan berbagai dukungan yang telah diberikan oleh Pangeran Nata Waskita Mahyudin Al Mudra SH. MM., Pangeran Ratu Mulawangsa juga menghadiahkan lagu ciptaannya yang berjudul “Melayu Online”. Lagu “Melayu Online” menyisipkan pesan bahwa dengan adanya website www.melayuonline.com Dunia Melayu se-dunia menjadi terangkat harkatnya sehingga tradisi Melayu dikenal di manapun jua. Di lagu tersebut juga disebutkan bahwa melalui dunia maya, www.melayuonline.com telah memercikkan harapan sebagai pelestari budaya dan tradisi Melayu, dengan kata lain “Melayu Online sebagai harapan”. 

Di akhir acara ramah-tamah, para Laskar Kerajaan Mempawah mendendangkan beberapa lagu dengan diiringi musik tradisional dari orkes Sadaniang. Raja dan para tamu undangan yang larut dalam kemeriahan mencoba memeriahkan suasana dengan berdendang serta berjoget di pelataran Istana Amantubillah. Suasana semakin semarak ketika pesta kembang api dimulai. Pesta ini sekaligus sebagai ucapan Selamat Tahun Baru (Imlek) bagi para etnis Cina di Mempawah.   

(Tunggul Tauladan/03/01-2011)

Foto: Aam Ito Tistomo dan Fajar Kliwon


Dibaca : 1990 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar