English Version | Bahasa Indonesia

Gelar Kerajaan / Kesultanan

  • Gelar Kebangsawanan (Kerabat / Keturunan)

    Dalam lingkungan Kesultanan Serdang, terdapat berbagai ragam sapaan dan panggilan yang terdiri dari berbagai-bagai golongan kata, yang dalam hal ini termasuk gelar kerajaan, gelar adat (warisan), dan kata ganti diri. Penggolongan ini berdasarkan penggolongan kata sapaan dalam masyarakat. Kata sapaan dalam gelar kerajaan, gelar adat, dan kata ganti diri ialah kata sapaan yang digunakan untuk menyapa seseorang yang dikaitkan peranannya di dalam lembaga tersebut, atau suasana yang melatarbelakangi sesuatu peristiwa dalam berkomunikasi. Pemakaian gelar kebangsawanan dalam lingkungan Kesultanan Serdang mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, seiring dengan perubahan iklim politik dan pemerintahan. Gelar kebangsawanan yang digunakan pada masa kesultanan adalah sebagai berikut: Raja yang berkuasa bergelar Sultan dengan sapaan Duli Yang Maha Mulia. (D.Y.M.M). Menteri Utama bergelar Perdana Menteri dengan sapaan Yang Teramat Mulia ... Selengkapnya »

  • Gelar Kebangsawanan (Di Luar Kerabat / Keturunan)

    Kesultanan Serdang memberikan gelar kebangsawanan kepada orang-orang di luar keluarga kesultanan yang dianggap berjasa dan memberikan manfaat bagi Kesultanan Serdang pada khususnya dan kebudayaan Melayu pada umumnya. Salah seorang tokoh kebudayaan yang memperoleh gelar dari Kesultanan Serdang adalah Mahyudin Al Mudra SH, MM, (Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu sekaligus Pimpinan www.MelayuOnline.com), yang menerima gelar utama Kesultanan Serdang: Datuk Cendekia Hikmatullah. Gelar kehormatan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Kesultanan Serdang terhadap kerja keras Mahyudin dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Melayu, yakni melalui pangkalan data tentang kemelayuan terbesar dan terlengkap yang bernama www.MelayuOnline.com dan www.rajaalihaji.com Menteri Kesehatan Republik Indonesia, DR. Dr. Siti Fadilah Supari, juga menerima gelar kehormatan dari Kesultanan Serdang, yakni gelar Datuk Sri Utama ... Selengkapnya »