English Version | Bahasa Indonesia

Koleksi

  • Regalia

                    Selengkapnya »

  • Senjata Pusaka

    Selengkapnya »

  • Buku

    Berikut ini merupakan buku-buku yang diterbitkan oleh Kesultanan Serdang, karya-karya dari Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, dan Tengku Mira Rozanna. Buku-buku tersebut antara lain: Sari sejarah Serdang (1971) Silsilah Kesultanan Deli dan Istana Maimun (1975) Pesta seni 1976 (1978) Perang Sunggal (Medan 1987) Motif dan ornamen Melayu (1993) Pantun dan pepatah Melayu (1995) Pengantar etnomusikologi dan tarian Melayu (1997) Adat perkawinan dan tatarias pengantin Melayu (2001) Jatidiri Melayu (2001) Bangun dan runtuhnya Kerajaan Melayu di Sumatera Timur (2002). Kebudayaan Melayu Sumatera Timur (2002) Kronik Mahkota Kesultanan Serdang (2003). Adat budaya Melayu: Jati diri dan kepribadian (2005). Persekutuan adat dan Kerajaan Bumiputera di Hindia Belanda (2006) Mengenang kewiraan pemuka adat dan masyarakat adatnya di Sumatera Utara menentang kolonialisme Belanda (2007). Mahkota adat dan budaya Melayu Serdang: Hasil konvensi sejarah, adat, ... Selengkapnya »

  • Alat Musik

    Terdapat tiga buah alat musik yang utama pada kesenian Melayu Sumatera Timur, khususnya di wilayah Kesultanan Serdang, yaitu gendang, rebab (kemudian diganti dengan biola), dan gong atau tetawak (kemudian diganti dengan bass). Pada perkembangan selanjutnya, ketiga alat musik utama tersebut mendapatkan penambahan alat-alat musik lain, seperti beberapa jenis gendang (misalnya gendang panjang), telempong, kesi (simbal), ceracap, gedombak, gedug, serunai, gambang, rebana, dan alat musik lainnya. 1.Gendang Gendang termasuk ke dalam kelompok alat musik perkusi. Alat musik ini terbuat dari kayu yang ditutup dengan kulit binatang (selaput atau membran) pada kedua sisinya. Beberapa kulit binatang yang lazim digunakan sebagai selaput atau membran gendang adalah kulit kambing, sapi, dan kerbau. Gendang memiliki ukuran yang bervariasi, yaitu kecil, sedang dan besar. Gendang kecil biasa disebut rebana. Sedangkan gendang dengan ukuran sedang dan ... Selengkapnya »

  • Bendera

    Bendera Kesultanan Serdang berwarna kuning kunyit dan bersimbol mahkota serta berinisial “Seri Bandar Setia” (SBS) berwarna kuning emas. Selengkapnya »

  • Prasasti / Batu Bersurat

    Prasasti Makam Diraja Serdang Prasasti ini terletak di Makam Diraja Serdang yang berlokasi di di tengah Kampung Besar, yaitu perkampungan orang Batak (sekarang Kampung Masjid), Kecamatan Batang Kuwis, dekat dengan Sungai Serdang. Di dalam prasasti terdapat tulisan yang berbunyi sebagai berikut: “Di dalam kompleks Makam ini dikebumikan Alm. Sri Paduka Duli Y.M.M. Raja Serdang: Sultan Serdang-II Tuanku Ainan Johan Alamshah (1767-1817 M) ‘Marhom Kacapuri’ Sultan Serdang-III Tuanku Thaf Sinar Basarshah (1793-1850 M) ‘Marhom, Besar’ Sultan Serdang-IV Tuanku Basharuddin Shaiful Alamshah (1809-21 Febr. 1831 M) ‘Marhom Kota Batu’ Tuanku Puan Zahrah binti Sutan Rahmatsyah (Perbaungan), Permaisuri Sultan Basharuddin Shaiful Alamshah (1825-1860 M) Renovasi Kompleks Makam ini diselesaikan tanggal (tidak jelas) oleh Dewan Nazir Wakaf Sultan Serdang/Tuanku Luckman Sinar Basarshah-II SH dan Hamba Allah ... Selengkapnya »