English Version | Bahasa Indonesia

Kuliner

Dalam tradisi masyarakat Melayu di Sumatra Timur, termasuk yang terdapat dalam lingkungan Kesultanan Serdang, menu kuliner adalah bagian dari perilaku kolektif masyarakatnya. Suatu jenis masakan atau makanan merupakan ciri suasana dan komunitasnya di suatu wilayah atau tempat. Cara dan bahan suatu masakan bisa menggambarkan etika dan seni karena menjadi bagian dari upacara-upacara adat.

Berikut ini penjelasan mengenai ragam kuliner yang menjadi menu khas Kesultanan Serdang. Namun, jenis masakan yang dipilih masih cukup popular dalam keseharian masyarakat di Serdang maupun Sumatra Utara pada saat ini. Dalam menyampaikan jenis dan bahan-bahan masakan ini dimulai dari nama jenis, bahan-bahannya, dan cara membuatnya.

Anyang Pakis

Anyang Pakis merupakan salah satu kuliner khas di Serdang dan Sumatra Utara. Masakan ini sudah enak disantap begitu saja tanpa. Secara umum, Anyang Pakis sebenarnya mirip dengan makanan urap (Sunda) atau gudhangan (Jawa). Perbedaannya adalah Anyang Pakis menggunakan bumbu kelapa yang disangrai seperti serundeng. Bumbu dasar pembuatan Anyang Pakis juga mirip bumbu urap, yaitu bawang merah, serai, daun jeruk, dan ketumbar. Semua bumbu tersebut dihaluskan kemudian disangrai bersama kelapa.

Bahan-bahan:

  • 2 ikat pakis
  • 8 biji cabe merah
  • 8 biji bawang merah
  • ½ buah kelapa
  • 1 ons udang basah (udang kering)
  • 1 potong serai, lengkuas, jahe
  • 1 buah asam sundai (jeruk nipis)

Cara membuat:

  • Cuci pakis terlebih dahulu, kemudian dipotong-potong dan direbus (diseduh). Jika pakis sudah masak, lalu masukkan ke dalam tapisan.
  • Kelapa disangrai, kemudian diulek halus.
  • Ambil 4 biji cabe merah dan 2 biji bawang merah. Iris bulat-bulat tipis.
  • Bumbu-bumbu yang lain diulek sampai halus.
  • Udang basah sesudah direbus juga diulek halus.
  • Daun pegaga dapat juga dibuat anyang seperti ini, dengan daun dirajang halus.

Ayam Masak Putih

Ayam Masak Putih juga menjadi kuliner khas Serdang. Perbedaan masakan ini dengan menu bernuansa ayam lainnya adalah daging Ayam Masak Putih ini direbus bersama dengan bumbu-bumbu khas dan santan sehingga warnanya menjadi putih. Daging ayamnya pun lembut dan empuk karena direbus bersama bumbu dan santan hingga meresap.

Bahan-bahan:

  • 1 ekor ayam muda
  • 2 sendok makan ketumbar
  • ½ sendok teh jintan manis
  • ½ sendok teh jintan putih (adas)
  • 5 biji cengkeh
  • ½ biji pala dan kas-kas
  • ½ sdt merica (lada putih)
  • 1 potong kayu manis
  • 4 biji bawang merah
  • 3 biji bawang putih
  • 3 buah tomat masak
  • 1 buah kelapa

Cara membuat:

  • Daging ayam dibersihkan lalu dipotong-potong.
  • Kelapa dijadikan 2 gelas santan kental.
  • Bawang merah dan bawang putih diiris-iris.
  • Semua bumbu-bumbu diulek hingga halus, kecuali bawang, cengkeh, dan kayu manis.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih yang telah diiris dengan 2 sendok mentega atau margarin. Jika sudah kuning masukkan cengkeh, kayu manis, bunga lawang, dan bumbu-bumbu yang sudah halus, kemudian masukkan ayam dan tutup.
  • Apabila air ayam sudah keluar, baru masukkan santan dan tomat. Rebus hingga ayam menjadi empuk dan bumbunya meresap.

Bubuk Lambuk

Bagi sebagian masyarakat yang berdiam di Semenanjung Melayu dan sekitarnya, Bubur Lambuk menjadi kuliner wajib pada awal bulan Ramadhan. Bubur ini berbahan dasar nasi (beras) dengan cita rasa yang khas, yakni berasa agak pedas. Bubur Lambuk biasanya disajikan bersama sayuran dan irisan daging sapi.

Bahan-bahan:

  • ½ kg beras yang digongseng
  • 3 ons udang basah
  • 1 ons ikan potong (ikan kakap asin)
  • 1 biji kelapa
  • 1 potong serai, lengkuas
  • 4 biji bawang putih
  • ½ sendok teh merica (lada)
  • ½ sendok teh ketumbar
  • Daun seledri, daun bawang, daun jeruk, dan daun kunyit.

Cara membuat:

  • Ketumbar diulek halus.
  • Udang dikupas, dicuci, lalu dipotong-potong dan direbus.
  • Ikan asin dibakar.
  • Kelapa diparut dijadikan 2 gelas santan kental.
  • Bawang merah, daun seledri, daun bawang, daun kunyit, dan daun jeruk diiris halus.
  • Beras dimasak dengan 3 gelas air hingga menjadi bubur lalu masukkan semua bumbu-bumbu.
  • Bila setengah masak, masukkan udang, ikan potong, santan, terakhir sekali baru masukkan daun-daunan yang telah diiris.
  • Bubur ini dapat dihidangkan dengan Anyang Jantung Pisang dan ayam.

Roti Jala

Roti Jala sebenarnya makanan ringan yang berasal dari Timur Tengah (ada juga yang menyebut berasal dari India). Namun di kalangan orang Melayu, terutama di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara, Roti Jala kemudian diadaptasi dan bahkan menjadi cemilan yang cukup khas dari daerah itu. Roti Jala biasanya disajikan bersama kari dan acar.

Bahan-bahan:

  • 1 ½ tepung terigu
  • 2 butir telur ayam
  • Gincu (celupan kuning telur)
  • ½ gelas minyak atau mentega yang sudah dicairkan
  • 10 gelas air dingin
  • Sedikit garam
  • Selembar daun pisang.

Cara membuat:

  • Masukkan 2 sendok teh garam ke dalam 10 gelas air.
  • Masukkan 4 gelas air tersebut ke dalam baskom, lalu masukkan terigu yang sudah diayak.
  • Kemudian masukkan air yang 6 gelas lagi sambil diaduk-aduk dengan garpu atau sendok kayu hingga rata (tidak berbiji-biji).
  • Telur ayam keduanya dikocok, lalu dimasukkan ke dalam adonan tadi bersama gincu kuning, aduk terus hingga rata.
  • Daun pisang dibuat untuk pengoles wajan waktu memasak Roti Jala.
  • Pakailah 2 wajan yang berukuran sedang. Olesi dengan minyak atau mentega.
  • Jika sudah panas, masukkan adonan tadi dalam cetakan Roti Jala, lalu didadar berlingkar-lingkar seperti jala. Sementara itu olesi dengan minyak atau mentega supaya berkilat.
  • Kalau sudah kering lalu diangkat.
  • Bila sudah dingin, lipat roti dengan bentuk segitiga atau segi empat, yang berkilat di sebelah luar.
  • Roti Jala biasanya dimakan dengan kari dan acar ketimun.
  • Catatan: Apabila adonan encer, Roti Jala tidak akan menjadi bagus. Masukkan air dulu, kemudian baru terigu, supaya terigu cepat larut dan tidak berbiji-biji.
Dibaca : 3819 kali
« Kembali ke Kesultanan Serdang

Share

Form Komentar