English Version | Bahasa Indonesia

Penghargaan Sejarawan Utama untuk Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, SH

14 Juli 2011 08:33


YM. Tengku Daratul Qamar gelar Tengku Suri Serdang (berdiri paling kanan)
mewakili almarhum Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, SH
untuk menerima penghargaan Sejarawan Utama dari MSI

Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) memberikan penghargaan Sejarawan Utama kepada almarhum Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, SH. Acara penyerahan penghargaan Sejarawan Utama ini dilakukan pada tanggal (5/7) atau bertepatan dengan Konferensi Nasional Sejarah IX yang dihelat di Hotel Bidakara, Jakarta pada tanggal 5-7 Juli 2011.

Penghargaan Sejarawan Utama diberikan oleh Ketua Umum MSI, Dr. Mukhlis PaEni dan diterima oleh YM. Tengku Daratul Qamar gelar Tengku Suri Serdang. Penghargaan ini diberikan oleh majelis MSI karena menilai almarhum Tuanku Luckman Sinar Basarshah II merupakan sosok putra bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan, perkembangan, dan pelestarian sejarah, seni, dan budaya di tanah air.

Dedikasi almarhum di ranah kesejarahan, kesenian, dan kebudayaan tak perlu diragukan lagi. Penghargaan dari MSI ini dinilai sangat tepat karena sepanjang hidupnya almarhum Tuanku Luckman Sinar Basarshah II telah menghasilkan tak kurang dari 35 penulisan karya ilmiah dalam bentuk buku atau majalah, 294 artikel dan karya ilmiah, memiliki 108 pengalaman menggeluti bidang seni dan Kebudayaan Melayu, serta mengikuti 215 seminar bertaraf nasional maupun internasional sebagai peserta maupun pemakalah.

Di bidang sejarah, salah satu fokus almarhum Tuanku Luckman Sinar Basarshah II adalah berusaha mengangkat sejarah lokal. Sikap ini dibuktikan dengan terbitnya beberapa karya sejarah dengan tema lokalitas, antara lain: Sejarah Medan Tempoe Doeloe (2007) dan Mengenang Kewiraan Pemuka Adat dan Masyarakat Adatnya di Sumatera Utara Menentang Kolonialisme Belanda (2007).

Selain almarhum Tuanku Luckman Sinar Basarshah II, gelar Sejarawan Utama juga diberikan kepada Prof. Dr. Adrian Bernard Lapian (AB. Lapian), seorang Sejarawan Kemaritiman atau lazim dikatakan oleh kaum sejarawan sebagai maestro sejarah maritim, kelautan, dan bahari. Dalam kesempatan ini MSI juga memberikan penghargaan gelar kehormatan anggota MSI kepada Dr. Siti Maryam Shalahudin. Salah satu kerabat dari Keraton Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini dikenal sebagai seseorang yang gigih untuk terus menimba ilmu hingga meraih gelar doktoral pada usia 70 tahun.

(Tunggul Tauladan/08/07-2011)

Sumber foto: Koleksi www.kerajaannusantara.com


Dibaca : 1209 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar