English Version | Bahasa Indonesia

Aktivitas Sosial Raja/Sultan

Sultan Kutai Dukung Deklarasi dan Sempekat Pore Masyarakat Adat Kutai

Tim inisiator bersama unsur panitia pelaksana Deklarasi dan Sempekat Pore atau Musyawarah Besar Masyarakat Adat Kutai (MAK) yang dipimpin Ir. H. Awang Yacoub Luthman MM., tanggal 5 April 2006, menghadap Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, H. Adji Mohd. Salehoeddin II, di kediamannya, Jalan S. Parman, Tenggarong, Kalimantan Timur. Menurut Awang Yacoub, maksud kedatangan timnya kepada Sultan Salehoeddin II selain memohon doa restu juga sekaligus meminta dukungan Sultan agar pelaksanaan Deklarasi dan Sempekat Pore Masyarakat Adat Kutai yang dijadwalkan pada 15 April 2006 dapat terlaksana dengan baik.

Menurut Awang, Sultan Kutai bersama keluarga besar sangat mendukung. Beliau juga akan hadir sekaligus melakukan upacara adat tepung tawar saat pembukaan Sempekat Pore Masyarakat Adat Kutai. Ditambahkannya, pelaksanaan Deklarasi dan Sempekat Pore Masyarakat Adat Kutai mendatang bertujuan menghimpun segenap warga suku Kutai yang ada di Kaltim dan di seluruh pelosok tanah air pada umumnya. Tujuannya agar terbentuk suatu wadah silaturahmi sekaligus sebagai sarana media komunikasi dan informasi diantara warga bersuku Kutai.

Sumber: http://www.kutaikartanegara.com

Sultan Kutai Sambut Kunjungan Raja Yogyakarta

Sultan Yogyakarta Hamengku Buwono X, Sabtu (02 Februari 2008), berkunjung ke Kedaton Kutai Kartanegara, Tenggarong, untuk bersilaturahmi dengan Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura H. Adji Mohd. Salehoeddin II dan keluarga. Kedatangan Sultan Hamengku Buwono X yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke Tenggarong ini juga sekaligus dalam rangka menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti) Kutai Kartanegara (Kukar) di Tenggarong Seberang.

Setiba di Kedaton Koetai Kartanegara, Sultan Hamengku Buwono X disambut dengan upacara tempong tawar yang dilakukan oleh Putera Mahkota, H. Adji Pangeran Adipati Surya Adiningrat. Setelah itu, Sultan Hamengku Buwono X menjalani ritual Ketikai Lepas yang dilakukan langsung oleh Sultan Kutai H. Adji Mohd. Salehoeddin II.

Di dalam istana Sultan Kutai, Sultan Hamengku Buwono X juga disambut dengan suguhan tari Topeng Kemindu. Sultan Yogyakarta sendiri tampak antusias menyaksikan tarian tersebut sembari sesekali mendengarkan penjelasan dari Sultan HAM Salehoeddin II. Pertemuan antara kedua Sultan yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut dihadiri pula oleh Asisten IV Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) HM Ghufron Yusuf, Ketua DPRD Rahmat Santoso dan pejabat Muspikab Kukar lainnya.

Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya mengajak Kesultanan Kutai untuk terus mempertahankan kearifan lokal yang diwariskan leluhur di masa lalu. Sultan Hamengku Buwono X, juga berharap agar Keraton di Republik ini tidak bicara pada aspek-aspek politik, tetapi hanya bicara pada aspek-aspek nilai dan kebudayaan. “Nilai dan kebudayaan ini telah diuji oleh sejarah yang cukup panjang oleh para leluhur dari masing-masing etnik, baik di Yogyakarta dan Kutai Kartanegara pada khususnya," ujar Sultan Yogyakarta.

Sumber: http://www.kutaikartanegara.com

Kunjungan Wisata Persatuan Istri ISEI Disambut Sultan Kutai

Rombongan Persatuan Istri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PI ISEI) yang berjumlah sekitar 75 orang, pada tanggal 19 Juli 2007, siang melakukan kunjungan wisata ke ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Tenggarong. Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura H. Adji Mohd. Salehoeddin II menyambut langsung kedatangan rombongan ini. Kendati Tenggarong saat itu tengah diguyur hujan lebat, para ibu-ibu anggota PI ISEI yang dipimpin Ny Ike Burhanuddin tetap bersemangat untuk melihat langsung Kedaton Koetai Kartanegara yang megah, Museum Mulawarman dan pusat rekreasi Pulau Kumala.

Asisten IV Bidang Kesra & Humas Pemkab Kukar HM Ghufron Yusuf SH MM, menjelaskan bahwa Kerajan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Meskipun beberapa dekade lalu sistem pemerintahan tidak lagi berbentuk kerajaan, namun sampai dengan saat ini Kerajaan Kutai dengan Sultan HAM Salehoeddin II masih diakui dan dihormati. “Selain untuk mempertahankan adat istiadat Kutai, peran Sultan tetap dilibatkan dalam mendukung jalannya roda pemerintahan, walaupun kekuasaannya tidak sama dengan terdahulu,” jelasnya. Kunjungan PI ISEI diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari Sultan Kutai HAM Salehoeddin II kepada Ny Ike Burhanuddin. Usai mencicipi jajanan khas Kutai serta foto bareng dengan Sultan Kutai, rombongan pun melanjutkan kunjungan ke Museum Mulawarman dan Pulau Kumala.

Sumber: http://www.kutaikartanegara.com

Dibaca : 3039 kali
« Kembali ke Kesultanan Kutai Kartanegara

Share

Form Komentar