English Version | Bahasa Indonesia

Beseprah, Sebuah Tradisi Jelang Erau

06 Juli 2011 11:41


Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari bersama keluarga serta para pejabat Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berbaur bersama masyarakat untuk makan bersama dalam tradisi beseprah

Erau merupakan tradisi yang dihelat setiap tahun oleh Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur. Sebelum diadakan upacara Erau, digelar berbagai acara pengiring menuju ke puncak acara Erau. Salah satu acara tersebut adalah tradisi beseprah.

Erau Tepong Tawar pada tahun ini dimulai dengan acara beseprah. Tradisi beseprah pada dasarnya merupakan wujud kebersamaan antara pihak Kesultanan Kutai Kartanegara dengan rakyat. Tradisi ini diwujudkan dengan makan bersama dengan cara duduk bersila, berhadap-hadapan, dan menggunakan tangan (cara makan yang lazim dilakukan dalam sebuah keluarga atau kampong di Kutai).

Mulai dari kerabat Keraton Kutai Kartanegara, jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, hingga rakyat biasa, berkumpul menjadi satu dalam tradisi ini. Di sini jarak antara rakyat dengan pihak bangsawan keraton dan pemerintah menjadi pupus. Tujuan mempererat tali silaturahmi dan meleburkan strata dalam sebuah kebersamaan menjadi makna yang terkandung dalam beseprah. Semua elemen menyatu dalam satu unsur yang disimbolkan melalui tradisi makan bersama, duduk bersama, dan menggunakan tangan.

Tempat perhelatan beseprah diadakan di depan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara (di depan Museum Mulawarman) yang terletak di Jalan Diponegoro. Tradisi yang dimulai sejak Selasa (5/07) pagi ini melibatkan ribuan masyarakat dari berbagai lapisan sosial yang memadati tempat acara sepanjang kurang lebih 1 kilometer, mulai dari ujung Jembatan Aji Imbut hingga simpang Gunung Pedidik, Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Panitia telah menyiapkan berbagai keperluan dalam beseprah kali ini, antara lain makanan gratis yang terdiri dari kuliner khas Kutai seperti nasi kebuli, nasi kuning, nasi pundut, gence ruan serta berbagai kudapan seperti putu labu, basong, serabai, dan bongkok. Selain menyiapkan hidangan, panitia juga telah menggelar terpal sebagai alas duduk bagi masyarakat yang akan mengikuti tradisi beseprah di sepanjang Jalan Diponegoro.

Tradisi beseprah dimulai sekitar pukul 09.00 WITA ketika Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari memukul kentongan bambu. Selain turut serta makan bersama, Rita Widyasari juga tak menolak ketika diajak menari samrah yang merupakan tarian tradisional dalam tradisi beseprah. Tak hanya Rita Widyasari semata yang ikut menari, sejumlah pejabat pemerintahan dan bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara juga turut serta menari bersama dengan masyarakat. Mereka antara lain Pimpinan Sementara DPRD Kutai Kartanegara Awang Yaqub, Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Fadjar Abdillah, Ketua PN Tenggarong Rasyikin Aziz, dan Ketua Panitia Erau 2011 sekaligus Menteri Sekretaris Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura HAPM Haryanto Bachroel.

(Tunggul Tauladan/05/07-2011)

Sumber foto: http://www.kutaikartanegara.com/


Dibaca : 1659 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar