English Version | Bahasa Indonesia

Sejarah Kerajaan / Kesultanan

  • Sejarah

    Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura merupakan sebuah kesultanan yang terletak di daerah yang kini kita kenal dengan nama Tenggarong, Provinsi Kalimantan Timur. Kesultanan Kutai Kartanegara diperkirakan berdiri pada tahun 1300-an Masehi (abad ke-14) dan sempat dihapus pada tahun 1960. Akan tetapi, Kesultanan Kutai Kartanegara kembali eksis pada tahun 2001 dengan mengangkat seorang sultan bergelar gelar Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II. a.Sejarah Awal dan Interaksi dengan Kerajaan Majapahit Sejarah berdirinya Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura tidak bisa dipisahkan dari berdirinya Kerajaan Kutai. Keberadaan Kerajaan Kutai dibuktikan dengan ditemukan tujuh prasasti (tiang batu) yang disebut yupa di Kalimantan Timur. Ketujuh yupa tersebut ditulis dalam bahasa Sanskerta dan menggunakan huruf Pallawa yang lazim dipakai pada abad ke-5 M atas titah seorang raja bernama Mulawarman. Jika membandingkan huruf yang dipakai ... Selengkapnya »

  • Silsilah dan Periode Pemerintahan

    Silsilah para sultan di Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura sebagai berikut: Aji Batara Agung Dewa Sakti (1300-1320 M) Aji Batara Agung Paduka Nira (1320-1370 M) Aji Maharaja Sultan (1370–1420 M) Aji Mandarsyah (1420–1475 M) Aji Pangeran Tumenggung Baya-Baya (1475–1525 M) Aji Raja Mahkota Mulia Alam (1525–1600 M) Aji Dilanggar (1600–1605 M) Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa ing Martadipura (1605–1635 M) Aji Pangeran Agung ing Martadipura (1635–1650 M) Aji Pangeran Dipati Majakesuma ing Martadipura (1650–1686 M)  Aji Bagi Gelar Ratu Agung (1686–1700 M) Pangeran Jembangan (1700–1730 M)  Aji Pangeran Dipati Anom Mendapa ing Martadipura atau Aji Yang Begawan (1730–1732 M) Aji Sultan Muhammad Idris (1732–1739 M) Aji Marhum Muhammad Muslihudin (1739–1782 M) Aji Sultan Muhammad Salehudin (1782–1845 M) Aji Sultan Muhammad Sulaiman ... Selengkapnya »

  • Sistem Pemerintahan

    Sistem pemerintahan di Kerajaan Kutai Kartanegara ing Martadipura, kemudian berubah menjadi Kesultanan Kutai Kartanagera ing Martadipura, terdapat dalam Undang-undang Dasar Panji Salaten. Panji Salaten ditetapkan pada masa pemerintahan Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa ing Martadipura. Panji Salaten terdiri dari 39 pasal dan memuat sebuah kitab peraturan yang bernama Undang-Undang Beraja Nanti yang memuat 164 pasal peraturan. Kedua undang-undang tersebut berisi tentang peraturan yang disandarkan pada Hukum Islam. Di dalam Panji Salaten, raja/sultan menempati urutan teratas dan paling berkuasa dalam struktur pemerintahan. Dasar pemikiran ini adalah bahwa seorang raja/sultan dapat menjamin kesejahteraan dan keselamatan rakyat. Di dalam Panji Salaten, kedudukan dan fungsi raja/sultan dapat ditemukan dalam pasal 14. Secara singkat bunyi pasal 14 menyebutkan: “Raja orang yang mulia, turun temurun memang asalnya raja…. Raja ... Selengkapnya »

  • Wilayah Kekuasaan

    Pada masa kejayaannya, wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura tidak hanya mencakup Daerah Tingkat II Tenggarong saja, melainkan meluas ke berbagai wilayah di Kalimantan Timur. Dalam kurun waktu antara tahun 1300–1959, wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara meliputi daerah yang kini dikenal dengan nama Kabupaten Kutai Kartanegara (baik Kabupaten Kutai Barat maupun Timur), Kotamadya Balikpapan, dan Samarinda dengan batas-batas sebagai berikut: Di sebelah utara sampai daerah Sangkulirang Di sebelah selatan sampai daerah Pasir Di sebelah timur meliputi seluruh delta sungai Mahakam Di sebelah barat meliputi daerah Dataran Tinggi Tunjung. Sumber lain menyebutkan bahwa wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara meluas hingga menguasai Kota Bontang. Sehingga jika digabungkan, luas wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara kira-kira seluas 94.700 km². Pada tahun 1959, wilayah Kesultanan ... Selengkapnya »