English Version | Bahasa Indonesia

Gua Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan Ditemukan

09 September 2011 10:37



Gua temuan Sangat yang diidentifikasi sebagai saluran air peninggalan Kerajaan Kanjuruhan

Seorang penduduk Malang bernama Sangat (50) secara tidak sengaja menemukan gua peninggalan Kerajaan Kanjuruhan. Peninggalan arkeologis ini berlokasi di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.

Sangat menceritakan bahwa dirinya tidak sengaja menemukan gua tersebut. Pada awalnya Sangat hendak menguburkan bangkai kambing miliknya di pekarangan belakang rumah. Namun tanpa diduga justru menemukan gua setinggi orang dewasa.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak berwajib. Laporan dari warga yang beralamat di Dusun Chumprit Joyo Tamansari 1, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur ini segera ditindaklanjuti oleh polisi dengan cara memasang garis batas polisi untuk mengamankan temuan arkelogis sekaligus menghindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Blasius Suprapta, seorang pengamat sejarah dari Universitas Malang memperkirakan bahwa gua yang ditemukan oleh Sangat tersebut adalah bekas saluran air masa pemerintahan Kerajaan Kanjuruhan. Perkiraan Suprapto merujuk pada survei yang pernah dilakukan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada tahun 1802, 1821, dan 1832 di lokasi di mana gua tesebut ditemukan. Survei menunjukkan bahwa di tempat tersebut memang terdapat saluran air milik Kerajaan Kanjuruhan hingga Mataram Kuno. Saluran ini kemudian ditutup oleh Belanda karena alasan keamanan mengingat saluran air ini sangat dalam dan membahayakan.

Selain merujuk pada survei yang dilakukan oleh Belanda, perkiraan Suprapto juga berlandaskan keterangan dari prasasti kuno yang menyebutkan bahwa di tempat tersebut dahulu merupakan pemukiman rakyat Kerajaan Kanjuruhan sekaligus areal persawahan. Menurut prasasti kuno tersebut, daerah yang kini dikenal dengan nama Lowokwaru tersebut dulu bernama Waharu. Di Waharu ini terdapat areal persawahan yang cukup luas, sehingga tidak mengherankan jika di tempat ini kini ditemukan gua yang diidentifikasikan sebagai saluran air yang bermuara pada Sungai Brantas.

Mengacu pada prasasti kuno, sebenarnya di wilayah Malang masih banyak terdapat gua untuk mengairi areal persawahan. Antara gua yang satu dengan yang lain biasanya masih saling berhubungan, salah satunya yang ditemukan oleh Sangat yang diidentifikasi merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan.

Kerajaan Kanjuruhan adalah salah satu kerajaan bercorak Hindu yang berpusat di Dinoyo, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Kerajaan ini diidentifikasi telah ada sejak abad ke-6. Bukti tertulis tentang keberadaan Kerajaan Kanjuruhan didapatkan dari Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 682 Saka atau 760 Masehi. Prasasti ini ditemukan di Desa Merjosari, sekitar 5 Km sebelah barat Kota Malang, atau sekarang berada dalam kawasan Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang. Prasasti Dinoyo menyebutkan tentang masa keemasan Kerajaan Kanjuruhan pada abad ke-8 ketika diperintah oleh Raja Dewasimha yang memiliki putera bernama Limwa. Setelah dewasa dan naik tahta sebagai raja, Limha dikenal dengan nama Raja Gajayana.

(Tunggul Tauladan/01/08-2011)

Sumber Foto: http://antarajatim.com/


Share

Form Komentar


« Index