English Version | Bahasa Indonesia

Raja Muda Banjar Kunjungi BKPBM

10 September 2012 16:26



Foto bersama kunjungan Raja Muda Banjar, Pangeran H. Khairul Saleh

Yogyakarta, KerajaanNusantara.Com -- Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) mendapat kehormatan karena dikunjungi oleh Raja Muda Kesultanan Banjar, Pangeran H. Khairul Saleh pada Sabtu (8/9). Raja Muda yang sekaligus adalah Bupati Banjar, Kalimantan Selatan ini datang bersama rombongan, salah satu di antaranya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Ir H. Nasrunsyah MP.

Kedatangan rombongan Pangeran H. Khairul Saleh pada dasarnya adalah untuk bersilaturahmi dengan Pemangku BKPBM, Mahyudin Al Mudra SH. MM., sekaligus mengenal lebih jauh tentang BKPBM sebagai lembaga yang mengumpulkan, mengolah, mendokumentasikan, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Melayu sedunia. Turut pula mendampingi Pemangku BKPBM, Public Relation (PR) BKPBM, Yuhastina Sinaro, SST.Par, MA.

Dalam kesempatan ini, Raja Muda Banjar dihantar untuk berkeliling ke berbagai ruang yang ada di BKPBM. Dalam setiap kesempatan, Yuhastina Sinaro menjelaskan tentang berbagai benda koleksi yang ada di BKPBM, mulai dari ribuan buku yang terpacak dengan rapi di perpustakaan, berbagai artefak kemelayuan, penghargaan-penghargaan, hingga kamar-kamar yang ada di BKPBM. Pasalnya, kini BKPBM tak sekadar sebagai museum sekaligus lembaga kebudayaan, namun juga berfungsi sebagai hotel dengan nama Balai Melayu Museum Hotel (BMMH).

Pangeran H. Khairul Saleh berada di ruang perpustakaan BKPBM

Raja Muda Banjar beserta rombongan berkali-kali dibuat takjub dengan berbagai benda koleksi, ukir-ukiran, termasuk di dalamnya desain ruangan kamar-kamar BMMH yang penuh dengan nuansa kemelayuan. “Wah hotel berbintang lima sekalipun tak memiliki kamar sebagus ini,” demikian penuturan dari Pangeran H. Khairul Saleh.

Usai berkeliling, rombongan kemudian berdiskusi ringan dengan Pemangku BKPBM, Mahyudin Al Mudra SH. MM dan Yuhastina Sinaro, SST.Par, MA. Dalam diskusi ini Yuhastina menjelaskan tentang kiprah BKPBM yang diujudkan melalui pembuatan website-website bertema kemelayuan. Selain website, Naina, demikian beliau akrab disapa juga menjelaskan bahwa BKPBM juga menerbitkan beragam buku dengan tema kemelayuan. Bahkan, BKPBM juga membuat miniatur rumah-rumah adat Melayu hingga istana Melayu dengan presisi yang mirip aslinya.

Diskusi budaya di BKPBM

Usai beramah-tamah, rombongan Raja Muda Banjar yang tiba sekitar pukul 12.30 WIB ini berpamitan. Kesan mendalam terpancar dari wajah Pangeran H. Kairul Saleh yang tampaknya telah menemukan solusi tentang Istana Kesultanan Banjar yang sebentar lagi akan dibangun. Pasalnya, secara pribadi Raja Muda Banjar ini memohon dengan sangat bantuan dari Mahyudin Al Mudra untuk merumuskan, bahkan membantu pembangunan istana tersebut agar nilai melayu plus modernitas dapat berpadu dengan apik, layaknya kemegahan BMMH serta nuansa klasik nan anggun yang tampak pada kamar-kamarnya. (Tunggul Tauladan/1/9-2012)

 

 

      

 

 


Share

Form Komentar


« Index