English Version | Bahasa Indonesia

Busana Kerajaan / Kesultanan

  • Busana Keseharian di Lingkungan Keraton

    Budaya dan filosofi Jawa yang adiluhung mencakup segala sendi kehidupan, termasuk dalam hal berpakaian atau berbusana. Sebagai salah satu pusat peradaban budaya Jawa yang besar, Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga mempunyai busana khas yang dikenakan di dalam lingkungan kehidupan di keraton. Busana khas keraton itu mempunyai filosofi tersendiri dan oleh karenanya, penggunaannya pun disesuaikan menurut strata sosial, kedudukan, atau pangkat si pemakainya, juga berdasarkan kebutuhan atau tujuannya. Mengenai definisi busana, Sri Susuhunan Pakubuwono IX pernah bersabda sebagai berikut: Nyandang nganggo iku dadya sarana hamengku mangusa jaba jero. Marmane pantese panganggonira. Trep pangentraping panganggon, cundhukna kalawan kahaning badanira apadene pangatira. Artinya: Berbusana itu menjadi sarana menjaga setiap manusia, baik luar maupun dalam. Berbusana harus disesuaikan dengan kondisi keadaan dan pangkat. Maklumat dari ... Selengkapnya »

  • Busana Pernikahan Adat Keraton

    Selain busana yang dipakai sehari-hari dalam lingkungan keraton, Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga mempunyai pakaian khusus yang digunakan dalam upacara adat. Salah satu jenis busana adat Surakarta yang paling khas adalah pakaian yang digunakan dalam upacara pernikahan adat keraton, atau upacara pernikahan adat Surakarta pada umumnya. Busana yang lazim dikenal sebagai pakaian khas perkawinan adat Jawa, khususnya di Keraton Kasunanan Hadiningrat Surakarta, adalah Solo Basahan. Ragam busana Solo Basahan merupakan salah satu jenis busana Indonesia yang paling lengkap dan memiliki perincian yang cukup unik dalam pemakaiannya. Tiap-tiap jenis busana yang terdapat dalam ragam basahan menunjukkan tahapan-tahapan tertentu dan identitas atau kedudukan orang yang memakainya. Asal-usul Busana Solo Basahan Pada masa Kesultanan Mataram Islam masih berdiri, sebenarnya sudah ada ciri khas busana untuk pernikahan adat yang dikenal ... Selengkapnya »

  • Busana Batik di Lingkungan Keraton

    Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Jawa yang bernilai seni tinggi. Namun, tidak hanya nilai estetika saja yang menonjol pada corak dalam busana batik, tetapi juga unsur-unsur lain yang bernuansa filosofis dan kosmologis. Secara garis besar, batik di tanah Jawa dibedakan menjadi 2 jenis, yakni batik pesisir dan batik pedalaman. Batik pesisir banyak dihasilkan di wilayah-wilayah yang berada di tepi pantai, semisal Pekalongan, Jepara, Madura, dan seterusnya. Sedangkan batik pedalaman merupakan ragam busana yang dihasilkan di wilayah-wilayah di daratan, terutama di pusat-pusat peradaban Jawa, yakni istana yang dalam hal ini diwakili oleh Surakarta dan Yogyakarta. Bahkan, batik juga telah menjadi ciri hasil kebudayaan di beberapa daerah lain di Indonesia, sebut saja Cirebon, Indramayu, Garut, Jambi, Sumatra Barat, Bali, Kalimantan, dan daerah-daerah lainnya. Ragam Jenis Busana Batik Pada dasarnya, seni membuat batik ... Selengkapnya »