English Version | Bahasa Indonesia

Obat dan Pengobatan Tradisional

Kasunanan Surakarta Hadiningrat memiliki berbagai macam kekayaan budaya peninggalan leluhur yang masih bermanfaat hingga kini. Salah satunya adalah warisan tentang obat dan pengobatan tradisional yang sampai sekarang masih digunakan secara turun-temurun untuk mengobati berbagai macam penyakit, baik penyakit luar maupun penyakit dalam. Selain sebagai media pengobatan, beberapa jenis jamu juga berkhasiat untuk hal-hal lain, seperti meningkatkan vitalitas pria, memperhalus kulit, melangsingkan badan, dan lain sebagainya. Adapun resep atau ramuan obat tradisional warisan leluhur itu biasanya dikenal dengan nama jamu. Berikut ini adalah beberapa resep ramuan jamu tradisional yang merupakan warisan dari leluhur dan masih digunakan sebagai obat di Kasunanan Surakarta Hadiningrat khususnya dan masyarakat Jawa pada umumnya:

1. Jamu Kunyit Asam

Jenis jamu ini berkhasiat dapat membuat tubuh menjadi dingin, atau dengan kata lain untuk menyegarkan badan. Selain itu, jamu kunir asam juga berguna untuk mengobati panas dalam, sariawan, serta mendinginkan perut. Jamu kunir asam sangat baik dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil muda karena dapat menyuburkan kandungan. Jamu kunir asam juga dianjurkan diminum perempuan yang sedang datang bulan karena dapat melancarkan haid. Sesuai dengan namanya, bahan utama pembuat jamu kunir asam adalah buah asam ditambah kunir atau kunyit, boleh juga dicampur dengan tambahan bahan-bahan lain seperti  sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan jeruk nipis. Agar rasanya sedikit manis dan semakin nikmat, boleh ditambahkan gula merah dicampur sedikit gula putih dan bubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan jamu kunir asam yaitu, buah asam dan kunir dengan jumlah relatif sesuai kebutuhan, ditumbuk menggunakan lumpang (alu dari besi) atau bisa juga menggunakan batu. Khusus untuk kunyit boleh hanya diiris tipis-tipis saja. Hasil tumbukan dan irisan bahan-bahan tersebut diusahakan jangan terlalu halus, atau dengan kata lain, bentuknya masih agak kasar. Setelah itu, bahan-bahan tersebut direbut dalam air sampai mendidih selama beberapa saat. Setelah direbus, kemudian ditambahkan gula sampai didapatkan cita rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi terlebih dahulu. Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, lalu disaring. Rebusan yang sudah disaring sudah siap diminum, dan rasanya akan tetap nikmat baik dalam kondisi panas maupun dingin.

2. Jamu Kuat Lelaki

Layaknya raja-raja di sebagian besar kerajaan yang ada di Nusantara, beberapa orang yang pernah duduk di tampuk pemerintahan tertinggi Kasunanan Surakarta Hadiningrat, terutama raja-raja terdahulu, biasanya memiliki istri lebih dari satu, yakni istri prameswari (permaisuri) dan para istri selir. Bahkan, Sri Susuhunan Pakubuwono X yang memerintah Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada kurun tahun 1893-1939 memiliki istri berjumlah 45 orang dan dikaruniai anak-anak sebanyak 68 orang. Di kalangan keluarga istana Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sri Susuhunan Pakubuwono X dikenal sebagai sosok pemimpin sekaligus seorang suami yang bijaksana, baik dalam hal mengatur tata pemerintahan dan pengayom rakyat, maupun dalam persoalan rumah tangga. Meskipun mempunyai pendamping hidup yang cukup banyak, dalam kenyataannya Sri Susuhunan Pakubuwono X mampu mengatur kehidupan biologis rumah tanggnya dengan adil dan bijaksana.

Rahasia keharmonisan rumah tangga besar yang dipimpin Sri Susuhunan Pakubuwono X konon berasal dari resep khusus, yakni ramuan khusus lelaki yang merupakan warisan dari leluhur dan memang menjadi konsumsi raja-raja Jawa sebelum Sri Susuhunan Pakubuwono X. Konon, ramuan khusus untuk raja-raja Jawa ini bukan ramuan biasa, akan tetapi terkait erat dengan mitologi Jawa. Adapun bahan-bahan utama pembuatnya antara lain merica, daun sirih, dan bawang lanang. Cara membuatnya adalah 40 butir merica, 40 lembar daun sirih, dan 40 bawang lanang direbus kemudian disaring. Setelah disaring, bahan-bahan tersebut dihaluskan, namun cara menghaluskannya tidak boleh ditumbuk, apalagi menggunakan blender, melainkan dihaluskan dengan cara menggunakan layah dari batu. Setelah dihaluskan, semua bahan itu kemudian diembunkan selama 1 malam, baru setelah itu dapat diminum. Dengan meminum ramuan ini dipercaya dapat meningkatkan stamina dan vitalitas pria.

3. Jamu Kunci Suruh

Jamu kunci suruh sangat berkhasiat untuk kaum wanita yang mengalami keluhan keputihan (fluor albus). Selain itu, juga bermanfaat untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, dan dapat menguatkan gigi. Untuk meracik jamu ini, diperlukan bahan utama berupa rimpang kunci dan daun sirih. Bisa juga ditambahkan bahan-bahan pendukung seperti buah asam yang masak, buah delima, buah pinang, kunci pepet, majakan, jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Jangan lupa bubuhkan gula pasir, gula merah, dan sedikit garam untuk penguat rasa.

Cara meracik ramuan jamu kunci suruh yaitu, pertama-tama rebuslah air sampai mendidih, banyaknya air disesuaikan dengan kebutuhan. Sementara itu, rimpang kunci, daun sirih, dan bahan-bahan pendukung lainnya ditumbuk secara kasar dengan memakai lumpang dan alu besi atau batu. Setelah itu, semua bahan hasil tumbukan diperas dan disaring, kemudian dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan. Langkah selanjutnya adalah menambahkan gula dan sedikit garam ke dalam air ramuan sampai diperoleh rasa sesuai dengan selera. Setelah itu, jamu siap untuk diminum.

4. Jamu Kudu Laos

Kegunaan jamu kudu laos adalah untuk tekanan darah, namun dapat juga untuk melancarkan sistem peredaran darah, menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan haid, dan menyegarkan badan. Bahan utama pembuat ramuan jamu kudu laos adalah buah kudu atau mengkudu dan rimpang laos. Untuk bahan pendukung bisa menggunakan buah asam masak, diutamakan buah asam jenis asam kawak. Selain itu, dapat ditambahkan pula bahan-bahan lain seperti merica, bawang putih, kedawung, jeruk nipis, bahkan tape singkong. Sebagai pemanis, manfaatkan bahan alami dari gula merah dan gula putih, ditambahkan sedikit garam.

Cara pengolahan ramuan jamu kudu laos adalah sebagai berikut: pertama-tama rebus air sampai mendidih dengan takaran air sesuai dengan kebutuhan. Sementara itu, semua bahan utama dan bahan-bahan pendukung, kecuali tape singkong jika disertakan, ditumbuk secara kasar dengan menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Setelah ditumbuk, hasilnya lalu diperas dan disaring, kemudian dimasukkan ke dalam air matang yang sudah mulai dingin. Langkah selanjutnya adalah menambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi. Setelah itu, jamu siap untuk diminum.

5. Jamu Uyup-uyup atau Gepyokan

Jamu uyup-uyup, atau dikenal juga dengan sebutan gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Selain itu, jamu ini juga berkhasiat untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap baik pada ibu maupun anak, dan untuk mendinginkan perut. Bahan baku jamu uyup-uyup umumnya menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring.

Cara pengolahan untuk membuat jamu uyup-uyup adalah semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang atau diiris tipis-tipis dan ditambah bahan-bahan lain lalu ditumbuk secara kasar. Hasil tumbukan kemudian diperas dan disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi. Jamu siap diminum.

Sumber Foto: http://baltyra.com/

Dibaca : 9287 kali
« Kembali ke Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Share

Form Komentar

kpnorman pangerannorman 31 Desember 2012 09:22

Jamu keraton sebagai alternatif pilihan rakyat Indonesia dalam mengatasi kesehatan rakyat Indonesia. perlu diproduksi sebagai andalan ekonomi kerakyatan