English Version | Bahasa Indonesia

Militer dan Jenjangnya

Kesatuan terkecil dalam keprajuritan disebut regu yang dipimpin oleh seorang bintara dengan pangkat sersan. Sersan membawahi pangkat terendah, yaitu prajurit. Gabu­ngan dari beberapa regu disebut bregada yang dipimpin oleh seorang perwira berpangkat panji dan didampingi oleh wakil panji. Panji dan wakilnya ini bertugas untuk mengatur dan memerintah keseluruhan prajurit dalam bregada. Di atas pangkat panji terdapat seorang perwira yang berpangkat Kapten sebagai pimpinan tertinggi dari setiap bregada. Di atas pangkat kapten terdapat seorang perwira berpangkat pandega yang merupakan pimpinan tertinggi dari setiap perwira pada masing-masing bregada. Di atas pangkat pandega terdapat seorang berpangkat manggalayudha yang merupakan pucuk pimpinan tertinggi dari seluruh keprajuritan di Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Seorang manggalayudha berada di bawah naungan dari urusan keprajuritan keraton yang bernama Pengageng Tepas Kaprajuritan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kesatuan-kesatuan (Bregada) Keprajuritan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

• Kesatuan Sumoatmojo

Merupakan pasukan pengawal Sultan dan langsung berada di bawah komando Sultan. Terdiri atas 2 orang perwira Panji (setingkat Letnan), 2 orang bintara berpangkat sersan, dan 16 prajurit.

Senjata : Pedang lengkung dengan perisai bulat.

Seragam: Baju zirah berperisaikan lapisan lempengan baja yang berbentuk bulan sabit besar, ikat pinggang besar terbuat dari kulit kerbau, penutup kepalanya disebut udheng gilig, tidak beralas kaki dan seluruh tubuhnya diberi bedak berwarna kuning.

• Kesatuan Ketanggung

Terdiri atas 1 orang perwira berpangkat bupati, 8 orang berpangkat panji, 8 orang bintara berpangkat sersan, 64 prajurit, 1 orang pembawa bendera kesatuan (duaja).

Senjata: Senapan dengan bayonet terhunus dan memakai sebilah keris di pinggang.

Seragam: Jas terbuka dan memakai baju dalam berwarna putih, ikat kepala berwarna hitam dan topi segi tiga, serta sepatu lars panjang.

Duaja: Bendera kesatuan disebut Cokroswandono.

• Kesatuan Patangpuluh

Terdiri dari 4 orang perwira berpangkat panji, 8 bintara berpangkat sersan, 72 prajurit, 1 orang pembawa duaja.

Senjata: Senapan

Seragam: Jas terbuka dan memakai baju dalam berwarna putih, penutup kepala yang disebut songkok, sepatu lars panjang.

Duaja:Bendera kesatuan disebut Cokrogoro.

• Kesatuan Wirobrojo (Prajurit Lombok Abang)

Terdiri dari 4 orang perwira berpangkat panji, 8 orang bintara berpangkat sersan, 72 ­prajurit, 2 orang pembawa duaja.

Senjata: Senapan.

Seragam: Jas terbuka dan celana berwarna merah, ikat pinggang dari kain satin berwarna merah, penutup kepala berupa ikat kepala berwarna putih atau hitam, topi merah yang disebut kudhup turi (kelopak bunga turi), kaos kaki putih, dan bersepatu.

Duaja: Mempunyai dua bendera kesatuan yang masing-masing disebut Kyai Slamet dan Kyai Santri. Keduanya juga lazim dikenal dengan nama Duaja Gulo Klopo.

Kesatuan Jogokaryo

Terdiri dari 4 orang perwira berpangkat panji, 8 orang bintara berpangkat sersan, 72 ­prajurit, 1 orang pembawa duaja.

Senjata: Senapan.

Seragam: Jas terbuka dari kain lurik dengan baju dalam berwarna kuning, ikat pinggang dari kain satin berwarna merah, penutup kepala songkok bersayap, kaos kaki panjang, dan bersepatu.

Duaja: Bendera kesatuan disebut Papasan.

Kesatuan Nyutro

Terdiri dari 8 perwira berpangkat panji, 8 bintara berpangkat sersan, 46 prajurit, 2 orang pembawa duaja. Kesatuan ini terdiri atas 2 pasukan. Setiap pasukan dibagi menjadi 3 regu.

Senjata: Regu pertama bersenjatakan senapan, regu kedua dan ketiga bersenjatakan tombak dengan corak yang berbeda-beda

Seragam: Kedua pasukan dalam Kesatuan Nyutro memakai seragam yang sama, yaitu memakai baju lengan pendek, celana, dan dodot atau kampuh kain bangun tulak (dodot atau kampuh: pakaian adat Jawa dari kain batik atau cindai panjang dan lebar), penutup kepala udheng gilig, tidak mengenakan alas kaki. Perbedaan kedua pasukan ini terletak pada warna seragam yang dipakai, yaitu berseragam warna hitam dan merah.

Duaja: Bendera kesatuan disebut Padmostrikresno dan Podangngisepsari.


Dibaca : 6285 kali
« Kembali ke Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Share

Form Komentar

pambudi 24 Agustus 2012 08:56

Mohon dilengkapi dengan foto2 prajurit & bendera seluruh kesatuan, sehingga lebih mudah dimengerti. Bagi kami yg bukan asli Jogja, masih sulit memahami deskripsi di atas.