English Version | Bahasa Indonesia

Penghargaan atau Gelar Yang Telah Diterima

Gelar atau penghargaan yang diterima oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X antara lain:

1. Sasangko Minangkabau

Gelar dari Minangkabau ini diberikan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam suatu Sidang Majelis Adat di Istano Pagaruyuang, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, pada hari Senin, 29 April 2002. Gelar tersebut diberikan dengan ditandai pemasangan destar dan keris kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dengan diberikannya Gelar Sasangko Minangkabau, maka Sri Sultan Hamengku Buwono X juga bergelar Yang Dipatuan Maharajo Sati (yang berarti Yang Dipertuan Maharaja Alam Sakti).

2. Datuk Sri Amanah Dwi Wangsa

Gelar dari Masyarakat Melayu Riau ini diberikan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X pada hari Kamis, 26 Juni 2003 oleh Lembaga Adat Melayu Riau. Pemberian gelar Datuk Sri Amanah Dwi Wangsa tersebut ditandai dengan pembacaan warkah pengukuhan oleh Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), H. Tenas Effendi, serta pemasangan tanjak oleh Datuk Setia Amanah, H. Saleh Djasit, SH yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Provinsi Riau.

3. Siambe’ Tulak Langi

Gelar ini adalah gelar adat bangsawan Toraja (Tunas Emas Manusia Datang dari La­ngit). Secara utuh, gelar yang diberikan kepada Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 2008 ini dilafalkan menjadi Siambe’ Tulak Langi, Taruk Bulaanna to Manurun di Langi’, Balo’ Siosso’na Tanah Jawa, Tadung Matoto’na Jogyakarta, Lalong Paleleanna Nusan­tara (Tunas Emas Manusia Datang dari Langit, Permata Bertahta Cahaya Tanah Jawa, Pemimpin Kokoh Jogyakarta, Ksatria Perkasa Nusantara).

4. Datuk Pengayom Seri Wanua

Merupakan gelar adat yang diberikan oleh masyarakat Sumatera Selatan. Upacara pemberian gelar berlangsung dalam Upacara Penabalan Gelar Kehormatan di Griya Agung Palembang, Sumatera Selatan, pada hari Sabtu, 10 November 2009. Penabalan gelar ini ditandai dengan pemasangan tanjak (ikat kepala) dan selendang oleh Ketua Umum Dewan Pembinaan Adat Istiadat Sumatera Selatan, Prof. Dr. H. Mahyuddin NS. Sp.OG. Diteruskan pemasangan keris pusaka kebesaran oleh Ir. RMH. Iskandar Mahmud Badarudin.

5. Ti Tulutani Lo Toyunuta

Gelar ini adalah hasil dulohupa atau musyawarah adat para tokoh adat se-provinsi Goron­talo atas usulan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad, selaku pemegang gelar adat Te Tapulu Lo Madala. Pemberian gelar dilakukan pada hari Kamis, 23 Oktober 2010 di Gorontalo. Gelar Adat Ti Tulutani Lo Toyunutu berarti “Pemimpin yang secara Turun-temurun Mengabdi pada Negeri”.


Dibaca : 4978 kali
« Kembali ke Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Share

Form Komentar