English Version | Bahasa Indonesia

Raja/Sultan dan Pemerintahan Sekarang

Sri Sultan Hamengku Buwono X
Sri Sultan Hamengku Buwono X

Sri Sultan Hamengku Buwono X

Bendara Raden Mas (BRM) Herjuno Darpito yang kemudian bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Mangkubumi dinobatkan pada 7 Maret 1989 sebagai Raja dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selain menjabat sebagai Raja dan memimpin rakyat Yogyakarta secara kultural, Sultan Hamengku Buwono X juga mengampu jabatan pemerintahan sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak tahun 1998 hingga sekarang. Selain itu, Sultan aktif dalam berbagai organisasi dan pernah memegang berbagai jabatan, antara lain Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadinda) DIY, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Direktur Utama PT Punokawan (bergerak dalam bidang jasa konstruksi), Presiden Komisaris Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta, dan lain-lain.

Sultan tercatat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) sejak 1992, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Golongan Karya (Golkar) DIY, menjadi salah satu tokoh Deklarasi Ciganjur bersama Gus Dur, Megawati, dan Amien Rais, pada era Reformasi, dan pada 2010 mencetuskan pendirian organisasi sosial bernama Nasional Demokrat bersama Surya Paloh. Sultan Hamengku Buwono X pun pernah menghasilkan karya ilmiah, di antaranya berjudul Menuju Indonesia Mulia Berbasis Keunggulan Budaya Nusantara; Hamemayu, Filosofi yang Mendasari Strategi Kebudayaan Membangun Martabat Bangsa; Revitali­sasi Nasionalisme; Kerangka & Konsepsi Politik Indonesia; Bercermin di Kalbu Rakyat; dan lain sebagainya.

Kedudukan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di dalam pemerintahan negara Republik Indonesia cukup penting. Melalui Amanat 5 September 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Raja Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, bersama Sri Paduka Paku­alam VIII yang memimpin Kadipaten Pakualaman, menyatakan bergabung dengan RI. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri tercatat sebagai provinsi tertua kedua setelah Jawa Timur. Sekarang ini, peran Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat masih sangat sentral, baik secara politik maupun kultural, dan menjadi salah satu pusat kebudayaan Jawa di Indonesia.



Dibaca : 8251 kali
« Kembali ke Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Share

Form Komentar