English Version | Bahasa Indonesia

Acara dan Upacara

Upacara Ngabekten(Sungkeman)

Salah satu upacara yang diselenggarakan di lingkungan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat adalah upacara Ngabekten (Sungkeman). Ritual yang juga dikenal dengan nama upacara Pisowanan atau Parakan Ngabekten ini digelar pada saat momen-momen tertentu, misalnya pada setiap Hari Raya Idul Fitri, atau pada acara-acara khusus lainnya. Prosesi Ngabekten kepada Sultan merupakan bukti penghormatan dan kepatuhan serta menjadi media pengungkapan ketulusan untuk saling meminta dan memberi maaf.

Ngabekten adalah tradisi syawalan yang telah berlangsung sejak dulu dan diperuntukkan bagi para sentana dalem, wedana, sampai darah dalem wayah, buyut, dan canggah.Teknis acara Ngabekten dibagi dalam dua tahap, yakni pada hari Jum’at untuk laki-laki dan Sabtu untuk perempuan, termasuk permasiuri. Upacara Ngabekten untuk abdi dalem laki-laki digelar di Bangsal Kencana, sedangkan untuk abdi dalem perempuan dilaksanakan di Tratag Proboyekso, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sebelum acara Ngabekten dimulai, terlebih dulu diadakan upacara Grebeg Syawal atau Grebeg Ba’da yang bertujuan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal sekaligus mengakhiri bulan Ramadhan. Sebagai pemimpin tertinggi Kesul­tanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Sultan menerima sungkem dari para abdi dalem, permaisuri, putra-putri, menantu, kerabat keluarga, para bupati, dan lain-lainnya. Pemimpin Kadipaten Pakualaman, yang pada awalnya merupakan pecahan dari Kerajaan Mataram Islam seperti halnya Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, juga hadir dalam acara itu, namun Sri Paku Alam hanya berjabat tangan saja tanpa harus mencium lutut Sultan seperti para peserta upacara Ngabekten lainnya.

Dalam setiap upacara Ngabekten, Sultan tidak memberikan sambutan atau pesan apapun. Sultan hanya mengucapkan kata “maju”, sebagai tanda acara sudah bisa dimulai, dan “mundur” yang berarti bahwa upacara Ngabekten sudah selesai dilaksanakan. Setelah rangkaian acara Ngabekten selesai, Sultan langsung meninggalkan tempat dan segera diikuti oleh permaisuri beserta yang lainnya.



Dibaca : 9905 kali
« Kembali ke Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Share

Form Komentar

lalalalalalalala 20 Juni 2012 07:07

kok nggak bisa di download???