English Version | Bahasa Indonesia

Royal Cuisine

  • About the King / Queen

    Gusti Dr. Ir. Mardan Adijaya M.Sc., bergelar Pangeran Ratu Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, Pangeran Ratu Mulawangsa (Panembahan XIII) Pangeran Ratu Mulawangsa adalah Raja ke-13 Kerajaan Mempawah. beliau lahir di Pontianak pada tanggal 19 Maret 1960 dengan nama Mardan Adijaya. Pada tanggal 12 Agustus  2002 atau bertepatan dengan Senin Kliwon, 3 Jumadil Akhir 1423 H, Pangeran Ratu Mulawangsa ditabalkan sebagai Raja Kerajaan Mempawah bergelar Pangeran Ratu Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim. Jika dirunut dari silsilah Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa adalah anak kedua dari Raja Mempawah ke XII, Gusti Jimmi Mohammad Ibrahim bergelar Panembahan Mohammad Ibrahim dengan istrinya, Rr. Harmini. Selain Pangeran Ratu Mulawangsa, pasangan Gusti Jimmi Mohammad Ibrahim bergelar Panembahan Mohammad Ibrahim dengan Rr. Harmini juga mempunyai anak, yaitu Pangeran Gusti Agus Muharso Taufik (anak pertama), Titien Lestari SE. (anak ketiga), dan Dra. ... Read more »

  • Royal Family

    Pangeran Ratu Mulawangsa Dr. Ir. Mardan Adijaya M.Sc. bergelar Pangeran Ratu Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim (Panembahan XIII) Ayah Gusti Jimmi Mohammad Ibrahim bergelar Panembahan Mohammad Ibrahim Ibu Hj. Liliek Harmini bergelar Rr. Harmini Anak Puteri Aryani Nurnisa Chandramidi, ST. bergelar Pangeran Puteri Seri Negare Gusti Mohammad Hafizh Adinugraha, ST. bergelar Pangeran Wirabuana Gusti Mohammad Hakim Adiprasetya bergelar Pangeran Jayakerta enantu Pangeran Mas Putra Wisesa Ibrahim Martin Drenth, B.Sc. M.Sc. (suami Pangeran Puteri Aryani Nurnisa Chandramidi, ST. bergelar Pangeran Puteri Seri Negare)     Read more »

  • Awards and Titles Received

    Pangeran Ratu Mulawangsa menerima beberapa penghargaan, antara lain: 1.   Pada tahun 1991 sampai 1994 menerima Canada Indonesia Development Agency-General Training Program (CIDA-GTP) and Overseas Training Office of the National Planning Board (OTO-BAPPENAS) Scholarship Award 2.   Pada tahun 1994-1998 menerima Asian Development Bank-Six University Development and Rehabilitation (ADB-SUDR 6)  Scholarship Award Beberapa hibah diterima oleh Pangeran Ratu Mulawangsa, antara lain: 1.      Research and Public Service Improvement Project (ADB-Loan) 1991/1992.  Principal Investigator/Researcher: Determining the appropriate dose of hypophyseal glands in order to stimulate the ovulation of jelawat, Leptobarbus hovenii.  Directorate General of Higher Education, Indonesia. 2.      Environmental Impact Assessment Project 1994/1995.  Investigator/Researcher: The ... Read more »

  • Burial Grounds

    Makam Opu Daeng Menambon Kawasan Makam Opu Daeng Manambom terletak di Sebukit Rama, sekitar 5 Km dari Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat. Di tempat ini bersemayam raja pertama Kerajaan Mempawah, Opu Daeng Manambun bergelar Pangeran Mas Surya Negara yang mangkat pada tahun 1763 Masehi. Opu Daeng Manambon (1695-1763) adalah putra Opu Tandre Borong Daeng Rilekke, Raja dari Kerajaan Luwu di Sulawesi Selatan yang menikah dengan Putri Kesumba, anak dari pasangan Utin Indrawati (putri Panembahan Senggaok, Mempawah) dengan Sultan Muhammad Zainuddin dari Kerajaan Matan Tanjungpura. Pasangan Puteri Kesumba dan Opu Daeng Manambun inilah yang kemudian menurunkan raja-raja yang memerintah di Kerajaan Mempawah. Makam Opu Daeng Menambon terletak di atas sebuah bukit. Jalan menuju makam harus melalui ratusan anak tangga yang berjumlah 256 anak tangga. Menurut mitos, jika seseorang mencoba untuk menghitung ... Read more »

  • Events and Ceremonies

    Read more »

  • Court Art & Culture

    Read more »

  • Royal Wardrobes

    Read more »

  • Royal Cuisine

    Read more »

  • Military and Military Ranks

    Kerajaan Mempawah mempunyai militer yang disebut laskar. Laskar-laskar tersebut dibagi menjadi beberapa kesatuan, sebagai berikut: 1        Pasukan Gusti 2        Pasukan Daeng 3        Pasukan Bhayangkara 4        Pasukan Tombak 5        Pasukan Sentono Balang 6        Pasukan Mantili 7        Pasukan Mufti Sedangkan untuk jenjang kepangkatan, dalam tradisi kemiliteran di Kerajaan Mempawah, dibagi menjadi beberapa pangkat yang diwujudkan dalam beberapa nama gelar, yaitu: 1.      Darjah Kebesaran Pengangeng Dalem Kerajaan Amantubillah Laskar atau prajurit yang akan dipersiapkan untuk diberikan gelar kebangsawanan disebut Juak 2.      Yang Mulia ... Read more »

  • News

    <!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Verdana; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-alt:Tahoma; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; ... Read more »

  • News

    Mempawah – Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Kebudayaan Melayu (BKPBM) sekaligus Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi www.MelayuOnline.com, Mahyudin Al Mudra, SH., MM., pada Rabu (10/02) malam, mendapat anugerah Yang Mulia Seri Setia Amantubillah dengan menyandang gelar Dato Sri Astana dari Kerajaan Mempawah. Gelar kebesaran kerajaan yang disematkan langsung oleh Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya, M.Sc., itu diberikan dalam acara terakhir yang memungkasi rangkaian prosesi perayaan Robo-Robo. Robo-Robo adalah ritual adat yang rutin diadakan setiap tahun, tepatnya pada akhir bulan Safar dalam kalender Hijriah, sebagai bentuk peringatan atau napak tilas atas kedatangan Opu Daeng Menambon ke Mempawah. Opu Daeng Menambon kemudian bertahta sebagai raja pertama Kerajaan Mempawah pada masa Islam dan bergelar Pangeran Mas Surya Negara yang memerintah antara tahun 1740–1761 ... Read more »

  • Article

    Oleh Pangeran Ratu Mulawangsa Dr. ir. Mardan Adijaya, M.Sc. (Raja XIII Kerajaan Amatubillah Mempawah) Pendahuluan Pembangunan yang telah dilakukan oleh berbagai bangsa di dunia selama ini telah menjadikan bangsa-bangsa tersebut mengalami berbagai kemajuan di segala bidang dalam sendi kehidupan masyarakatnya. Kemajuan yang terjadi juga berakibat pada perubahan sosial budaya masyarakat, pergeseran dari nilai tradisional menjadi modern. Hal ini ditandai dengan kebebasan dan kemudahan berkomunikasi dan transportasi dari tempat asalnya ke tempat lain yang dikehendakinya. Derasnya arus pertukaran informasi dan perpindahan orang dan barang dari suatu tempat dan waktu berbeda, menyebabkan derasnya pula integrasi budaya satu dengan lainnya, yang berarti benturan budaya yang membawa pergeseran nilai budaya semakin kencang. Tujuan perubahan itu sendiri dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungannya. Modern yang ... Read more »

  • Article

    Oleh Pangeran Ratu Mulawangsa Dr. Ir. Mardan Adijaya, M.Sc (Raja Kerajaan Amantubillah Mempawah) PengantarSaat ini, ancaman disintegrasi bangsa adalah masalah utama bagi kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Adalah sangat tepat diadakannya simposium nasional mengenai peranan nilai-nilai tradisional dalam kehidupan modern bangsa kita, yang kita lakukan saat ini. Seberapa jauh peranan nilai tradisional tesebut dapat mengurangi kemungkinan disentegrasi tersebut, tentu perlu dikaji secara mendalam. Adapun penyampaian tulisan ini, hanyalah bersifat observasi dan bertujuan menggugah studi yang lebih intens. Sehubungan dengan itu, tulisan disusun tidak berdasarkan sistem penulisan ilmiah yang baku, dan lebih bersifat eksplorasi. Bahan-bahan penulisan lebih banyak dari beberapa catatan kuno, legenda, tambo, penuturan lisan dari mereka yang dianggap tahu tentang asal usul suatu kejadian, dan berdasarkan pengalaman pribadi ... Read more »

  • Article

    oleh Ratu Kencana Wangsa (Ratu Kerajaan Amantubillah Mempawah) Berkat Rahmat Tuhan yang Maha Esa, kita dapat hadir di sini untuk mengusung niat luhur, mengkaji, mencari solusi dan menentukan pendekatan strategis bagi pencapaian kehidupan yang lebih baik di bumi Khatulistiwa, yaitu terwujudnya masyarakat Madani dalam bingkai multikultur. Sebagai hamba Allah, seringkali kita merasa bahwa menjalani hari-hari dalam kehidupan ini adalah suatu kewajaran, kita menikmati kecukupan akan kebutuhan oksigen secara cuma-cuma, mendapatkan limpahan sinar matahari dan penerangan bulan tanpa harus bersusah payah, kita mempunyai keluarga yang harmonis, pekerjaan dan penghasilan yang memadai. Sampai kita terlena dalam kesenangan personal dan merasa puas dengan apa yang dicapai. Bahkan cenderung hanya disibukkan dengan pemenuhan kebutuhan materi saja, mengarah kepada kehidupan yang hedonisme, dan lebih parah lagi bersikap acuh dari ... Read more »

  • Public News

    Mojokerto, Jawa Timur - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan menyiapkan desain rumah pada zaman Majapahit. Hal itu dilakukan menyusul rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membenahi bekas kerajaan terbesar di Nusantara ini. ”Desain awal rumah zaman Majapahit diketahui dari relief di Candi Menak Jinggo. Selain itu, kami mengumpulkan kajian arkeolog dan arsitek, seperti dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Parahyangan, dan Universitas Kristen Petra, serta masukan dari para pakar,” tutur Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan Aris Soviyani, Sabtu (8/1) di Mojokerto. Akhir tahun lalu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan bahwa pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran Rp 200 miliar pada 2011 untuk menumbuhkan kembali Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto. Supaya wisata sejarah dan budaya terbangun di Trowulan, rumah-rumah warga akan disesuaikan dengan ... Read more »

  • Public News

    Palembang, Sumsel - Tari Gending Sriwijaya yang berasal dari masa Kerajaan Sriwijaya adalah tarian sakral bagi masyarakat Sumatra Selatan. Tahun 1990/1991, Kantor Wilayah Depdikbud Provinsi Sumatra Selatan menerbitkan deskripsi Tari Gending Sriwijaya, yang penyuntingnya diketuai (alm) Izi Asmawi. Berdasarkan deskripsi itu, dikatakan bahwa tari Gending Sriwijaya adalah satu dari sekian tari sambut atau tari persembahan yang ada di Sumatra Selatan. Proses penciptaan tari Gending Sriwijaya sudah dimulai sejak 1943, yaitu untuk memenuhi permintaan dari pemerintah (era pendudukan Jepang), kepada Jawatan Penerangan (Hodohan) untuk menciptakan sebuah tarian dan lagu guna menyambut tamu yang datang berkunjung ke Keresidenan Palembang (sekarang Provinsi Sumatra Selatan). Pakaian dan properti yang digunakan dalam tari Gending Sriwijaya, disesuaikan dengan pakaian adat daerah dengan peralatan yang biasa digunakan pada upacara penerimaan tamu ... Read more »

  • Public News

    Pekanbaru, Riau - Tetabuhan gamelan modern yang berkombinasi dengan gitar dan suling terdengar khas memenuhi pelataran hingga aula Gedung Juang, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Minggu (9/1). Puluhan lukisan kaca wayang pun berjejer di sana. Begitupun hidangan masakan khas, mulai dari  Empal Gentong, Sego Jamblang, Nasi Lengko, Tahu Gejrot, Ketoprak ramai diserbu masyarakat yang sejak pagi memadati arena itu. Sementara itu, ratusan orang berbatik Cirebon bermotif "Mega Mendung" sibuk berseliweran. Mereka menantikan kedatangan Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat yang akan membuka kegiatan tersebut. Pertunjukan Tari Topeng khas Cirebon mengawali dibukanya acara yang bersemarak itu. Minggu pagi itu merupakan hari istimewa bagi masyarakat perantau di Provinsi Riau yang berasal dari Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). Kedatangan Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan ... Read more »