English Version | Bahasa Indonesia

Hujan Sambut Kedatangan Raja Mempawah

January 03, 2011 05:44


Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya bersama rombongan berdoa di atas Kapal Bedar.

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Verdana; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-alt:Tahoma; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-family:"\@MS Mincho"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Calibri; mso-bidi-theme-font:minor-latin;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

Mempawah, Kalbar - Kedatangan Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya, bersama rombongan Keraton Amantubillah ke Kuala Mempawah, disambut hujan. Namun hal ini tidak menyurutkan ribuan masyarakat Mempawah untuk menyambut kedatangan rombongan Raja pada napak tilas Opu Daeng Menambon, puncak perayaan Robo-robo, Rabu (10/2).

"Hujan ini merupakan berkah bagi Mempawah. Ini harus kita syukuri," kata Pangeran Ratu saat memberikan sambutan sermonial perayaan Robo-robo di Kuala Mempawah. Raja menjelaskan, keraton, termasuk Istana Amantubillah, merupakan simbol budaya yang perlu dijaga. "Awal mula peradaban itu adalah pusat pemerintahan. Kalau kita berbicara mengenai adat dan budaya, keratonlah simpul budaya tersebut," ujarnya.

Napak tilas kedatangan Opu Daeng Menambon beserta rombongannya ke Kuala Mempawah, selalu diperingati warga Mempawah dan sekitarnya setiap tahun. Peristiwa ini kemudian dimasukkan pemerintah ke agenda pariwisata Kalbar.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pontianak, Drs Jailani MM, mengatakan Robo-robo merupakan acara pertama yang digelar pada Visit Kalbar 2010. "Robo-robo memiliki daya ungkit, untuk mengembangkan pariwisata lainnya di Kalbar," kata Jailani.

Saat memasuki Kuala Mempawah, Raja beserta rombongan kerajaan, menggelar ritual adat di muara sungai, seperti buang-buang dan adzan. Selain menyambut kedatangan Raja, ritual tersebut menjadi tontonan tersendiri bagi warga. Wisatawan pun kemudian beramai-ramai menuju Kuala Mempawah untuk menyaksikan prosesi ini.

"Pada perayaan Robo-robo, setiap harinya perputaran uang mencapai puluhan juta rupiah di Kuala Mempawah ini. Selain membuka lapangan kerja baru, tentu saja acara ini meningkatkan perekonomian rakyat," tutur Jailani.

Menurut Jailani, pada perayaan Robo-robo tahun ini, terdapat 140 kios pasar rakyat. Selain itu juga digelar lomba dayung sampan dan menangkap bebek. "Rangkaian perayaan Robo-robo ini, telah dibuka sejak 5 Februari lalu, dan akan dilaksanakan selama satu bulan," tuturnya.

Bupati Pontianak, Ria Norsan, mengaku perayaan Robo-robo yang dilakukan pihaknya masih belum maksimal. Namun dia berjanji akan mengemasnya lebih baik lagi, agar dapat mendatangkan wisatawan, baik dari nusantara, maupun wisatawan mancanegara. "Sehingga, nantinya sektor pariwisata di Kalbar akan memiliki daya saing yang tinggi. Karena jika sektor pariwisata bergerak, sektor lain juga akan bergerak," katanya.

Seorang wisatawan dari Malaysia, Hj Masfuah, sengaja datang ke Mempawah pada perayaan Robo-robo. Ia datang bersama kerabatnya, Hj Siti Jaleha. Keduanya pun berkesempatan bersalaman dengan Raja, saat rombongan kerajaan hendak menaiki perahu bedar di kawasan Benteng. "Kami senang bisa bersalaman dengan Raja. Kedatangan kami ke Mempawah juga untuk  perayaan Robo-robo. Kami juga sempat mengikuti makan syafar (makan di luar rumah beratapkan langit)," kata Masfuah.

Sementara Asisten II Setda Pemprov Kalbar, Mawardi, saat membacakan sambutan Gubernur Cornelis, mengatakan, hikmah perayaan Robo-robo seharusnya menjadi pelajaran bagi pemimpin masa kini. "Ada hubungan yang harmonis antara Raja dan rakyatnya. Ini harusnya bisa menjadi pelajaran bagi pemimpin," katanya.Menurutnya, Kalbar memiliki banyak potensi wisata dan budaya yang perlu dikembangkan.


« kerajaan-mempawah