English Version | Bahasa Indonesia

Jejak Kesultanan Asahan Terancam Hilang

July 15, 2011 13:37



Lambang Kesultanan Asahan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan telah membentuk tim untuk melacak jejak peradaban Kesultanan Asahan pada masa silam. Dana yang cukup besar telah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) Kabupaten Asahan untuk membiayai proyek ini.

Sikap pemerintah ini sangat tepat karena ternyata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Asahan tidak memiliki data otentik terkait keberadaan situs Kesultanan Asahan. Jika kenyataan ini dibiarkan berlarut-larut, maka jejak Kesultanan Asahan terancam akan hilang.

Ancaman akan hilangnya jejak Kesultanan Asahan tersebut bukan isapan jempol semata. Pasalnya Kadiporabudpar Drs. M. Syafii, telah mengakui bahwa Disporabudpar tidak memiliki data otentik seputar keberadaan situs-situs sejarah seperti pertapakan dan makam Kesultanan Asahan, sejarah Kesultanan Asahan yang terdapat di Pulau Raja Pekan, serta Kerajaan Simargolang.

Sejarawan Asahan, Zasnis Sulung selaku ketua tim pencari fakta sejarah Asahan yang dibentuk oleh Bupati Azahan, Taufan Gama Simatupang, menyatakan bahwa menurut penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan sementara bahwa Kesultanan Asahan berdiri pada awal abad ke XVII. Sultan pertama Asahan adalah Sri Paduka Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah yang naik tahta pada tahun 1630 Masehi.

Tampaknya keberadaan beberapa situs Kesultanan Asahan memang menjadi persoalan belakangan ini. Setelah Istana Kesultanan Asahan diruntuhkan pad atahun 1970, karena dikabarkan dijadikan sebagai agunan kepada bank, pada tahun 2007, Balai Perapatan Kesultanan Asahan juga menyusul diratakan. Padahal Balai Perapatan Kesultanan Asahan yang dibangun pada tahun 1888 tersebut merupakan lambang peradaban masyarakat Tanjungbalai.  

Tiga tahun kemudian, pada 2010, Makam Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah di Pulau Raja Pekan dikabarkan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan karena selain tidak terawat dan dipenuhi semak belukar, situs pemakaman ini juga terancam hilang oleh abrasi air laut. Ancaman tersebut sangat nyata karena makam Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah terletak di atas tebing yang hanya berjarak sekitar 4 meter dari air laut.

(Tunggul Tauladan/09/07-2011)

Sumber foto: http://www.kesultananasahan.com/

Share

« Index