Dua Makara Ditemukan di Muaro Jambi
August 22, 2011 08:40

Para pekerja sedang menggali temuan dua makara di Situs Muaro Jambi
Dua makara (arca) Budha ditemukan pada Rabu (10/08) di Situs Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Kedua Makara tersebut terbuat dari batu andesit berbentuk struktur ikan, gajah, dan ular. Lokasi penemuan makara terletak di antara timbunan tanah yang lazim disebut manopo yang berlokasi tak jauh dari Candi Kedaton, di Desa Muaro Jambi Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.
Situs Muaro Jambi merupakan situs peninggalan agama Hindu-Budha terluas di Indonesia. Benda-benda arkeologis di situs ini diindikasikan merupakan peninggalan Kerajaan Melayu. Kerajaan Melayu adalah sebutan yang berasal dari berita Cina untuk menyebut berbagai kerajaan di Sumatera, dimulai pada abad ke-7 berpusat di Minanga (Kerajaan Sriwijaya), abad ke-13 berpusat di Dharmasraya (Kerajaan Dharmasraya), dan abad ke-15 berpusat di Suruaso (Kerajaan Pagaruyung).
Penemuan dua makara tersebut sontak membuat penasaran masyarakat. Berbagai lapisan masyarakat berbondong-bondong ingin melihat dua makara yang baru saja ditemukan. Imbasnya terjadi peningkatan volume kunjungan wisatawan ke Situs Muaro Jambi, padahal dalam waktu yang sama di bulan Ramadhan, biasanya pengunjung ke Candi Kedaton yang notabene merupakan lokasi ditemukannya dua makara tersebut relatif sepi.
Jadi Tempat Ritual
Penemuan dua makara di Situs Muaro Jambi mendapat tanggapan dari Dewan Pengurus Pemuda Buddha Theravada Indonesia Provinsi Jambi (DPD PATRIA). Humas DPD PATRIA Provinsi Jambi, Ronald Rusli pada (15/08) berharap bahwa temuan dua makara di kawasan Candi Kedaton, Situs Muaro Jambi tersebut dapat dijadikan sebagai tempat ritual umat Budha.
Harapan tersebut akan ditindaklanjuti dengan permohonan izin kepada pemerintah agar mengizinkan umat Budha menggelar ritual di Candi Kedaton. Selain itu, DPD PATRIA juga akan membicarakan hal tersebut dengan para biksu atau bante di Vihara Jaya Manggala, Kota Jambi, yaitu sebuah vihara yang biasa dijadikan tempat untuk menggelar ritual keagamaan.
Menurut Ronald, temuan dua makara tersebut berarti sangat besar untuk mengungkap nilai sejarah dan perkembangan agama Budha di daerah tersebut pada masa lampau. Temuan tersebut berhasil memunculkan sisa-sisa peradaban masa lampau, khususnya yang berkaitan dengan Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan beraliran Budha terbesar selama abad ke 7-13 di wilayah Asia Tenggara.
(Tunggul Tauladan/06/08-2011)
Sumber foto: http://jambitourism.co.id/