
Yogyakarta, KerajaanNusantara – Pawiyatan merupakan pendidikan untuk menjadi abdi dalem di lingkungan Keraton Kesultanan Ngayogykarta Hadiningrat. Pendidikan ini bertujuan untuk membentuk seorang abdi dalem keraton menjadi priyayi sejati yang memahami hakekat dan makna sebagai orang Yogyakarta.
Pendidikan inilah yang menurut rencana akan digelar oleh Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Menurut rencana, pawiyatan akan diadakan dua kali, yaitu semester I dan II. Oleh karena waktu yang tersedia cukup panjang tersebut, maka Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat untuk ambil bagian dalam pawiyatan ini.
Pawiyatan ini terbuka bagi kalangan pejabat tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan masyarakat umum. Pendaftaran bagi pihak-pihak yang berminat untuk ikut serta dalam pawiyatan sepenuhnya di bawah koordinasi Tepas Dwarapura. Oleh karena itu, pagi pihak-pihak yang berminat untuk mengikuti pawiyatan silakan mendaftarkan diri di Tepas Dwarapura dengan menyerahkan identitas diri tanpa dipungut biaya, demikian disampaikan oleh Pengageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, GBPH Joyokusumo pada (1/5).
Kegiatan Pawiyatan adalah upaya untuk mencetak duta budaya yang benar-benar memahami tentang nilai historis dan filosofi Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah lulus, mereka dituntut untuk mampu menerjemahkan ajaran kebudayaan dan filosofi yang bersumber dari Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan kebudayaan Jawa.
Kemampuan tersebut menjadi alasan utama karena kuatnya perkembangan zaman yang pelan-pelan mulai mengikis nilai kebudayaan. Sehingga diharapkan mereka nanti mampu mengikuti perkembangan zaman namun tidak meninggalkan jati diri untuk tetap berbudaya.
Duta inilah yang nantinya akan menjadi penerus keberlangsungan kegiatan berbudaya yang secara langsung akan melestarikan nilai-nilai kebudayaan di Yogyakarta. Sehingga, dalam hal ini Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat telah memerankan fungsinya sebagai pencetak, penjaga, dan pelestari kebudayaan, khususnya kebudayaan Jawa.
(Tunggul Tauladan/01/05-2011)
Sumber Foto: http://www.kerajaannusantara.com/