English Version | Bahasa Indonesia

Akad Nikah Pawiwahan Ageng

October 22, 2013 13:08


Sri Sultan HB X memimpin langsung prosesi akad nikah (ijab qobul) dengan KPH Notonegoro (Dokumentasi Tepas Tandha Yekti)

Yogyakarta, KerajaanNusantara.com -- Prosesi Pawiwahan Ageng (pernikahan agung) GKR Hayu dengan KPH Notonegoro memasuki hari kedua. Jika kemarin (21/10) di helat prosesi nyantri, siraman, tantingan, dan midodareni, maka prosesi hari ini, Selasa (22/10) adalah akad nikah (ijab qobul), panggih, tompo koyo, dan dhahar klimah.

Akad nikah atau ijab qobul dihelat di Masjid Panepen. Masjid Panepen berada di Keraton Kilen yang merupakan kediaman Sri Sultan HB X. Masjid ini dibangun khusus untuk kalangan keluarga sultan. Prosesi akad nikah ini sendiri dimulai sekitar pukul 07.00 WIB ketika Sri Sultan HB X telah sampai di Masjid Panepen.

Sri Sultan HB X kemudian mengutus GBPH H. Prabukusumo S.Psi dan GBPH H. Cakraningrat SE untuk menjemput rombongan panganten pria. Pada saat bersamaan, penganten pria yang terdiri dari KPH Notonegoro yang diapit oleh Ir. GBPH Suryadiningrat dan Dr. GBPH Suryametaram beserta rombongan, antara lain KGPH Hadiwinoto, GBPH Hadinegoro, GBPH Pakuningrat, GBPH Hadisurya, GBPH Suryanegaran, GBPH Candradiningrat, KPH Purbodiningrat, KPH Wironegoro, dan KPH Yudhanegara berangkat dari Bangsal Kasatriyan menuju ke Bangsal Trajumas.

Di sisi lain, rombongan yang terdiri dari KRT Drs. H. Ahmad Kamaludiningrat, KRP Dipodiningrat, dua orang perwakilan dari KUA Kecamatan Kraton, dan para Abdi Dalem Punakawan Kaji telah menunggu di Bangsal Sri Menganti. Kedua rombongan ini menunggu utusan dari Sri Sultan HB X,  GBPH H Prabukusumo S.Psi dan GBPH H Cakraningrat SE.

GBPH H. Prabukusumo S.Psi yang telah dititahkan oleh Sri Sultan HB X kemudian menjemput rombongan KPH Notonegoro di Bangsal Trajumas, sedangkan GBPH H Cakraningrat SE menjemput rombongan KRP Dipodiningrat yang berada di Bangsal Sri Manganti. Kedua rombongan ini akhirnya berangkat bersamaan ke Masjid Panepen.

Ketika rombongan penganten pria telah sampai di Masjid Panepen, KPH Notonegoro kemudian duduk di depan Sri Sultan HB X. Sesaat kemudian, Sri Sultan HB X memerintahkan kepada KRP Dipodiningrat untuk memulai prosesi ijab qobul. Dalam prosesi ini, Sri Sultan HB X memimpin ijab qobul yang disampaikan dalam bahasa Bagongan (bahasa yang hanya dipakai di lingkup Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat).

Sri Sultan HB X kurang lebih menyampaikan sebagai berikut: “Abdi ningsun, Kangjeng Pangeran Haryo Notonegoro. Dino iki, ingsun daupake siro kalayan putriningsun Putri Gusti Kangjeng Hayu, kanthi mas kawin Kitab Suci Al Qur’an, perangkat sholat, sarto rajokoyo iki.” (Anakku, Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro. Hari ini, saya nikahkan kamu dengan anak saya, Putri Gusti Kanjeng Hayu, dengan mas kawin Kitab Suci Al Qur’an, seperangkat alat sholat, dan uang ini [jumlah uang tidak disebutkan]).

KPH Notonegoro kemudian menjawab: “Kulo, abdi dalem, Kangjeng Pangeran Haryo Notonegoro. Dinten meniko ngestoaken dhawuh timbalan dalem kadhaupaken kalayan putro dalem, Putri Gusti Kangjeng Hayu, kanthi mas kawin Kitab Suci Al Qur’an, perangkat sholat, sarto rajokoyo puniko. Salajengipun nyadong berkah pangestu dalem. Sembah nuwun” (Saya, Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro. Hari ini menyanggupi titah Paduka Sri Sultan HB X untuk menikah dengan Putri Gusti Kangjeng Hayu, dengan mas kawin Kitab Suci Al Qur’an, seperangkat alat sholat, dan uang tersebut. Selanjutnya, saya memohon berkah dan doa restu.“

Selesai prosesi ijab qobul dan dinyatakan sah oleh para saksi, prosesi ini dilanjutkan dengan doa nikah yang dipimpin oleh Penghageng Kawedanan Pengulon Kanjeng Kamaludiningrat. Usai doa, prosesi akad nikah dilanjutkan dengan penandatanganan akta nikah oleh KPH Notonegoro dan para saksi. Pelaksana penandatanganan akta ini adalah para petugas dari KUA Kecamatan Keraton.

Ketika prosesi akad nikah telah selesai, KPH Notonegoro selanjutnya menghaturkan sembah sungkem kepada Sri Sultan HB X. Sembah sungkem dilakukan usai KPH Notonegoro meletakkan keris yang terselip di pinggang. Usai sembah sungkem, Sri Sultan HB X memerintahkan kepada KGPH Hadiwinoto untuk mengantarkan KPH Notonegoro kembali ke Bangsal Kasatriyan. Sesampainya di Bangsal Kasatriyan, KPH Notonegoro berganti busana untuk selanjutnya melangsungkan prosesi panggih. (Tunggul Tauladan/knc/03/10/2013)


Read : 4 time(s)
« Kingdom home

Share

Comment Form