Kerajaan Mempawah Beri Gelar Adat Para Tokoh Budaya

2011-01-03 14:59:04


Mahyudin Al Mudra, Pangeran Ratu Mulawangsa, Muarif Sutan Dirajo, dan Opu Daeng Mohammad Faizal

Mempawah – Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Kebudayaan Melayu (BKPBM) sekaligus Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi www.MelayuOnline.com, Mahyudin Al Mudra, SH., MM., pada Rabu (10/02) malam, mendapat anugerah Yang Mulia Seri Setia Amantubillah dengan menyandang gelar Dato Sri Astana dari Kerajaan Mempawah. Gelar kebesaran kerajaan yang disematkan langsung oleh Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya, M.Sc., itu diberikan dalam acara terakhir yang memungkasi rangkaian prosesi perayaan Robo-Robo. Robo-Robo adalah ritual adat yang rutin diadakan setiap tahun, tepatnya pada akhir bulan Safar dalam kalender Hijriah, sebagai bentuk peringatan atau napak tilas atas kedatangan Opu Daeng Menambon ke Mempawah. Opu Daeng Menambon kemudian bertahta sebagai raja pertama Kerajaan Mempawah pada masa Islam dan bergelar Pangeran Mas Surya Negara yang memerintah antara tahun 1740–1761 Masehi.

Dalam acara yang dilangsungkan di Kraton Amantubillah, Kerajaan Mempawah, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, itu, Pangeran Ratu Mulawangsa juga berkenan memberikan gelar kehormatan kepada dua tokoh Melayu lainnya, yaitu masing-masing kepada Opu Daeng Mohammad Faizal bin Opu Daeng Ismail bin Raja Ibrahim bin Raja Mahmod dari Singapura dan Muarif Sutan Dirajo dari Bukittinggi, Sumatra Barat. Opu Daeng Mohammad Faizal dan Muarif Sutan Dirajo memperoleh anugerah Yang Maha Utama Sri Paduka Amantubillah dengan menyandang gelar Yang Mulia Tuan Muda Sri Paduka Astana dari Kerajaan Mempawah.


Penampilan Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya dan Permaisuri
Ratu Kencanawangsa Arini Mariam

Acara penganugerahan gelar pada malam itu juga dimeriahkan dengan peluncuran album yang berisi kumpulan lagu-lagu hasil cipta Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya. Dalam sambutannya, Raja Mempawah mengatakan bahwa dirinya telah menciptakan lebih dari 200 lagu dalam waktu kurang lebih selama 4 bulan. Selanjutnya, di sepanjang tahun 2010, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya menargetkan untuk menciptakan lagu hingga mencapai 1000 lagu. Untuk mewujudkan target tersebut, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya memohon bantuan dan dukungan dari semua pihak.

Acara pada malam itu didukung oleh sejumlah musisi yang memainkan lagu-lagu karya Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya. Di sela-sela acara, Pangeran Ratu dan Permaisuri Ratu Kencanawangsa Dr. Ir. Arini Mariam, M.Sc., didaulat untuk menyanyikan beberapa lagu di atas panggung. Di samping itu, dipersembahkan juga tari-tarian khas Mempawah, salah satu di antaranya adalah Tari Panembahan Kudong.


Persembahan Tari Panembahan Kudong

Turut hadir dalam acara yang dikemas dengan memadukan unsur tradisional dan modern tersebut antara lain jajaran pejabat dan perangkat pemerintahan Kabupaten Pontianak yang dipimpin langsung oleh Bupati Pontianak, Drs Ria Norsan, MM., MH., serta perwakilan dari pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Hadir pula raja-raja Melayu se-nusantara, dan utusan dari kerajaan-kerajaan dari negeri-negeri Melayu serumpun, termasuk dari Singapura dan Brunei Darussalam.

Oleh keluarga besar Kerajaan Mempawah, BKPBM/www.MelayuOnline.com di bawah pimpinan Mahyudin Al Mudra juga diundang secara khusus untuk menghadiri acara malam penganugerahan tersebut. Dalam kesempatan itu, Mahyudin Al Mudra dan Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya saling bertukar cenderamata dan bersepakat untuk menjalin hubungan yang lebih intensif antara BKPBM/www.MelayuOnline.com dengan Kerajaan Mempawah. Selama ini, www.MelayuOnline.com selaku media online milik BKPBM dikenal sebagai pangkalan data tentang Melayu dan kemelayuan yang terbesar dan terlengkap. Kiprah www.MelayuOnline.com di dunia kebudayaan Melayu semakin vital karena portal ini dinillai mampu berperan penting sebagai media pemersatu bangsa-bangsa Melayu serumpun di seluruh dunia.

Saat www.MelayuOnline.com meminta komentar dan kesan Mahyudin Al Mudra atas penganugerahan gelar adat tersebut, pendiri BKPBM ini menjawab sambil tersenyum, “Saya sangat terharu dan berterimakasih karena sudah ditabalkan sebagai kerabat Kraton Amantubillah. Tentu saja ini saya anggap sebagai amanah untuk turut serta memikirkan kemajuan Kraton Amantubillah secara umum. Amanah tersebut akan saya laksanakan semampunya demi kegemilangan sejarah Melayu.”


Pemangku BKPBM Berfoto Bersama Keluarga Kerajaan Mempawah


« Beranda kerajaan