English Version | Bahasa Indonesia

Tiang Ayu Telah Tegak, Erau 2013 Dimulai

02 Juli 2013 09:10


Upacara Mendirikan Ayu

Tenggarong, KerajaanNusantara.Com -- Upacara adat “Mendirikan Ayu” merupakan pertanda bahwa Erau telah dimulai. “Ayu” adalah sebuah tiang yang berbentuk tombak dan terbuat dari kayu ulin yang biasa disebut dengan nama “Sangkoh Piatu”. “Sangkoh Piatu” merupakan senjata Raja Kutai Pertama Aji Batara Agung Dewa Sakti yang pada batangnya diikatkan Tali Juwita sebanyak 3 yang menyimbolkan berbagai lapisan pada masyarakat dan Cinde yang menyimbolkan keluarga Sultan Kutai. “Mendirikan Ayu” merupakan sebuah simbolisasi dari upaya untuk mencari atau mendirikan kerahayuan (keselamatan atau ketentraman).  

Tiang Ayu yang didirikan oleh Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

Upacara “Mendirikan Ayu” digelar di Ruang Siti Hinggil Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada Minggu (30/6) sekitar pukul 09.00 WITA. Upacara ini dipimpin oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II, dan dihadiri oleh Aji Pangeran Adipati Prabu Anom Surya Adiningrat (Putra Mahkota), Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, Dirjen Pemasaran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esty Reko Astuti, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Wakil Bupati Kutai Kartanegara HM Gufron Yusuf, Ketua Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Datuk Cendekia Hikmatullah Mahyudin Al Mudra, para kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta Pemangku Sultan Bulungan Datu’ Abdul Hamid Ibni Datu’ Mohammad Gelar Datu’ Bendahara paduka Raja.

Upacara “Mendirikan Ayu” dimulai dengan menyiapkan peralatan upacara, yaitu selembar jalik atau tikar dari rotan yang dihamparkan, di atas jalik dihiasi tambak karang bermotif naga biasa dan naga kurap, serta seluang emas berwarna-warni. Pada tambak karang terdapat hiasan empat ekor naga yang masing-masing menghadap ke empat sudut luar. Empat ekor naga masing-masing bertaringkan pisang ambon, sementara mulut naga menggigit sebutir ayam kampung.

Di atas hamparan tambak karang juga terdapat kasur berwarna kuning. Di atas kasur kuning ini dihamparkan kain bermotif merah yang disebut tapak liman. Di atas tapak liman ini diletakan Gong Raden Galuh yang dibungkus kain kuning yang berdekatan dengan batu tija’an. Di atas Gong Raden Galuh inilah direbahkan “Tiang Ayu”.

Pada prosesi “Mendirikan Ayu”, Sultan mengenakan pakaian kebesaran dan duduk di singgasana. Dewa dan belian kemudian melakukan sawai, lalu “Tiang Ayu” didirikan. Prosesi “Mendirikan Ayu” ditutup dengan doa. Saat doa penutup selesai, maka saat itulah Erau secara resmi telah dimulai.

Erau 2013 Diikuti 8 Negara

Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF) 2013 yang bertema “Erau Adat Pelas Benua”, diikuti oleh 8 negara, yaitu Republik Ceko, Yunani, Belgia, Perancis, Mesir, Korea Selatan, Taiwan, dan Thailand. Ke-8 negara ini tergabung dalam International Council of Organization of Folklore Festivals and Folks Art (CIOFF). Dalam perkenalan, negara-negara tersebut melakukan parade di hadapan para pejabat dan ribuan rakyat Kutai yang memadati Stadion Rondong Demang, Tenggarong. Acara pembukaan EIFAF ini digelar seusai Upacara “Mendirikan Ayu” selesai dihelat di Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Searah jarum jam: Duta seni dari Perancis, atraksi dari kontingen Belgia, tarian dari Taiwan, dan Tari Eroh Begenjoh

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari menyambut gembira atas terselenggaranya Festival Erau yang kini telah berskala internasional. Di sisi lain Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak berharap bahwa Festival Erau dapat terus terselenggara sehingga menjadi agenda pariwisata di Kukar khususnya dan Kaltim pada umumnya.

Secara resmi, pembukaan EIFAF dilakukan dengan menyalakan obor oleh Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, Dirjen Pemasaran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esty Reko Astuti, Aji Pangeran Adipati Prabu Anom Surya Adiningrat dan tokoh lainnya.

Atraksi terjun payung dari Kopassus yang membawa bendera Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II

Pada pembukaan EIFAF ini dipertunjukan berbagai atraksi, mulai Tarian Persembahan dari Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tari Ganjar Ganjur, dan tarian massal “Eroh Begenjoh” yang diikuti oleh 400 penari. Salah satu hal yang menarik dalam pembukaan EIFAF adalah penampilan dari 10 penerjun Kopassus TNI AD. Dalam atraksinya, para penerjun membawa Bendera Merah Putih, Gambar Bupati Kukar Rita Widyasari, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, dan lambang Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. (Tunggul Tauladan/01/knc/06-2013)

 


Dibaca : 11 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar