Al Mustanshir Billah II, Sang Kalifah Lima Bulan
09 Mei 2011 15:28

Al Mustanshir Billah II adalah khalifah yang dilantik di daerah yang kini kita kenal dengan nama Kairo, Mesir. Khalifah yang bergelar Abu Al Qasim ini mempunyai nama lengkap Ahmad bin Azh-Zhahir Biamrillah Abu Nasrh Muhammad bin An Nashir Lidinillah. Dirunut dari silsilah keluarga, Al Muntanshir Billah II adalah paman Khalifah Al Musta’shim Billah.
Sebelum menjadi khalifah di Kairo, khalifah yang akrab disapa Ahmad ini bermukim di Baghdad. Ahmad merupakan satu dari sekian banyak orang di kalangan Bani Abbasiyah yang selamat dari penaklukan (pembantai) Baghdad oleh pasukan Tartar (Mongol) pada tahun 1258 Masehi.
Ketika peristiwa tersebut berlangsung, menurut Syekh Quthbuddin sebagaimana dikutip Imam As Suyuthi, Ahmad dipenjara namun kemudian dilepaskan dan bermukin di perbatasan (Persia) Irak. Ketika Sultan Azh Shahir Baybars I Al Bunduqdari dari Dinasti Mamluk di Mesir (memerintah antara tahun 1260-1277 M) ditabalkan, Ahmad datang ke Mesir beserta sepuluh orang dari Bani Muharisy.
Di hadapan Sultan Azh Shahir, Ahmad menjelaskan tentang riwayat keluarganya. Seketika itulah Sultan Azh Shahir berkenan mengangkat Ahmad menjadi khalifah sehingga bergelar Al Mustanshir Billah II. Al Mustanshir dibait langsung oleh Sultan Azh Shahir, kemudian berturut-turut disusul oleh Hakim Tajuddin, dan terakhir Syekh Al-Izz bin Abdus Salam. Pembaiatan ini berlangsung pada bulan Rajab tahun 606 H atau 1261 M.
Khalifah Al-Mustanshir Billah II bertahan menjadi khalifah dalam rentang waktu antara 1261-1262 M atau kurang dari enam bulan. Selama menjadi khalifah, beliau berhasil menaklukkan Al Haditsah dan Hita. Usai menaklukkan Hita, pasukan Khalifah Al-Mustanshir Billah II harus berhadapan dengan pasukan Tartar (Mongol). Pertempuran sengit di antara kedua pasukan ini tak terhindarkan hingga menimbulkan banyak korban di pihak kaum muslimin, bahkan sang khalifah dihukum pancung. Syahidlah sang Khalifah pada 3 Muharam 661 H atau tahun 1262 M.
Kematian Khalifah Al-Mustanshir Billah II menuntut pelantikan khalifah baru di Kairo. Sultan Azh Shahir akhirnya memutuskan untuk menggantikan kedudukan khalifah yang hanya bertahan selama lima bulan ini dengan Al-Hakim Biamrillah yang sebelumnya telah dibaiat menjadi khalifah di Halb.
(Tunggul Tauladan/07/05-2011)
Sumber Foto: http://www.burjkhalifahtower.com/