English Version | Bahasa Indonesia

Situs Kahyangan Api Diekskavasi

21 Juli 2011 15:40



Situs Kahyangan Api

Satu lagi situs yang diduga terkait erat dengan keberadaan Kerajaan Majapahit telah diekskavasi. Selama sepekan, 13 hingga 19 Juli 2011, Tim Universitas Indonesia (UI) telah melakukan ekskavasi tumpukan batu bata kuno di Situs Kahyangan Api yang berlokasi di Desa Sendanghardjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.

Keterkaitan antara Situs Kahyangan Api dengan Kerajaan Majaphit adalah adanya bekas tempat tinggal (petilasan) Empu Supa Mandrangi yang berlokasi tak jauh dari Situs Kahyangan Api. Empu Supa adalah seorang empu keris yang termashur karena tiga hasil karyanya, yaitu Keris Kyai Nagasasra, Kyai Sengkelat, dan Kyai Carubuk. Bersama dengan Keris Sabuk Inten karya Empu Domas, Keris Nagasastra menjadi sepasang keris pusaka simbol raja-raja Kerajaan Majapahit. Kini kedua keris tersebut menjadi koleksi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadingrat.

Sebanyak 30 galian dengan ukuran 2,5 x 2,5 meter sedalam 0,5 meter dikerjakan oleh Tim UI selama seminggu. Total area yang diekskavasi selama seminggu berukuran  40 x 35 meter. Lokasi penggalian ini pada dasarnya merupakan kelanjutan kerja dari proses penggalian terhadap 5 galian yang dilakukan pada 2010 silam.

Situs Kahyangan Api sebenarnya telah ditemukan pada tahun 2003 silam. Kamtuwo Ikhsan, seorang perangkat desa setempat menemukan situs ini di lokasi pariwisata Kayangan Api (api abadi) di Desa Sendanghardjo, oleh karena itu situs ini kemudian disebut Situs Kahyangan Api. Setelah dibiarkan tanpa penelitian, pada 2010 lalu Situs Kahyangan Api mulai diteliti dan dilakukan penggalian sebanyak lima lubang. Pada kelima lubang inilah ditemukan tumpukan batu bata kuno.

Hingga kini, Tim UI belum bisa menyimpulkan bentuk bangunan yang terdapat di dalam lubang pengalian tersebut. Hal ini disebabkan karena belum adanya titik tengah atau patokan yang jelas seputar bentuk bangunan. Belum ditemukannya kejelasan tentang bentuk bangunan inilah yang memunculkan beberapa spekulasi, yaitu kemungkinan berbentuk candi kuno, bangunan rumah, atau hanya tumpukan batu bata bagian dari sebuah jalan.

Meskipun belum ditemukan kepastian tentang bentuk bangunan, Tim UI telah berhasil mengidentifikasi beberapa temuan, yaitu batu bata yang ditemukan berukuran 30 x 15 x 5 cm, ukuran ini lebih tebal daripada ukuran batu bata yang laim digunakan sekarang. Selain itu, Tim UI juga menemukan batu bata putih dari batu gamping dan besi berkarat sepanjang 30 cm yang diduga adalah mata tombak.  

(Tunggul Tauladan/11/07-2011)

Sumber foto: http://oase.kompas.com/

Share

Form Komentar


« Index