English Version | Bahasa Indonesia

Candi Merak Masuk Fase Purna Pugar

25 Juli 2011 11:52



Candi Merak dalam proses pemugaran

Satu lagi candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno telah masuk fase purna pugar. Bangunan suci agama Hindu bernama Candi Merak ini telah memasuki fase purna pugar setelah dikerjakan dalam tiga tahap sejak tahun 2007/2008.

Pemugaran Candi Merak hingga masuk ke fase purna pugar telah melewati rentang waktu yang cukup panjang. Dimulai pada tahun 2007/2008 dimulai pemugaran tahap pertama, kemudian menyusul tahap kedua pada tahun 2009/2010, dan tahap ketiga atau terakhir sejak 2011 hingga direncanakan akan selesai pada akhir bulan Agustus 2011.

Ketiga fase pemugaran Candi Merak sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah. Total anggaran yang telah dikucurkan sebesar Rp. 800 Juta yang terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap I mendapatkan alokasi dana Rp. 200 Juta, tahap II Rp. 200 Juta, dan tahap II Rp. 400 juta.

Sekitar 60% pemugaran terhadap Candi Merak telah selesai dikerjakan. Selama proses pemugaran, candi yang berlokasi di Dukuh Candi, Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah ini melibatkan beberapa ahli dan dibantu 30 orang pekerja.

Para ahli dan pekerja melakukan beberapa tahap pekerjaan, mulai dari pengukuran hingga pemaduan (mencocokkan potongan) batu-batu candi yang masih berserakan di area candi seluas 1.480 M². Kini pekerjaan pemugaran Candi Merak memasuki tahap akhir berupa penutupan puncak candi selebar 2x2 M. Penutupan dilakukan dengan menggunakan beberapa batu candi yang masing-masing berukuran 80x60 Cm.

Bangunan Candi Merak kini telah berdiri dan berbentuk sesuai dengan wujud aslinya ketika dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Menurut rencana, Candi Merak akan diresmikan pada akhir tahun 2011 ini.

Candi Merak merupakan salah satu candi Hindu yang mulai diteliti keberadaannya sejak tahun 1925-1926 oleh Dinas Purbakala. Penelitian dilakukan dengan cara ekskavasi atau penggalian di sekitar lokasi berdirinya Candi Merak. Lewat penelitian yang berlangsung selama setahun tersebut didapatkan kesimpulan bahwa Candi Merak dibangun pada abad IX-X di bawah pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno.

Lima Situs Wangsa Sanjaya dan Sailendra

Menurut penelitian yang dilakukan setelah tahun 1925-1926, di sekitar lokasi Candi Merak juga ditemukan beberapa situs peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Benda-benda tersebut diindikasikan merupakan peninggalan dari dua wangsa yang berkuasa di era Mataram Kuno, yaitu Wangsa Sanjaya yang beragama Budha Mahayana dan Wangsa Sailendra yang beragama Hindu aliran Siwa.

Situs-situs yang ditemukan tersebut antara lain: Situs Gemampir, Situs Kriyan, Situs Jagalan, Situs Bekelen, dan Candi Karangnongko atau disebut Sumur Badung yang ditemukan pada tahun 1970-an. Situs-situs yang berada di Kecamatan Karangnongko ini diduga telah ada sejak abad ke VIII atau sezaman dengan pembangunan Candi Prambanan di Kecamatan Prambanan. Berdasarkan penemuan kelima situs tersebut, para ahli menduga bahwa pada zaman dulu Kecamatan Karangnongko merupakan kawasan kerajaan, dalam hal ini Kerajaan Mataram Kuno.   

(Tunggul Tauladan/12/07-2011)

Sumber foto: http://www.krjogja.com/

Share

Form Komentar


« Index