English Version | Bahasa Indonesia

Sejarah Bengkulu Didokumentasikan

18 Agustus 2011 14:49



Museum Bengkulu

Sebagian masyarakat di Bengkulu meyakini bahwa pusat Kerajaan Sriwijaya berlokasi di perbatasan antara Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Selatan. Keyakinan yang tersebar lewat oral history ini tampaknya masih perlu dibuktikan lagi kebenarannya. Di sinilah Pusat Studi Sejarah Bengkulu memainkan perannya untuk membuktikan kebenaran wacana yang beredar di masyarakat tersebut dengan cara meneliti dan mendokumentasikan berbagai cerita, tempat, dan situs sejarah di Provinsi Bengkulu.

Selain sejarah lisan tentang pusat Kerajaan Sriwijaya yang masih perlu dibuktikan, sebenarnya banyak potensi kesejarahan yang masih bisa digali di Bengkulu. Anggota Tim Pusat Studi Sejarah Bengkulu, Arafik Tresno pada (12/08) menyatakan bahwa Bengkulu sebenarnya menyimpan banyak sejarah, namun kebanyakan tidak terdokumentasikan dengan baik sehingga sulit untuk ditelusuri.

Beberapa contoh dari minimnya dokumentasi adalah penemuan ratusan makam kuno di Kabupaten Lebong beberapa waktu yang lalu. Contoh lain adalah wacana yang berkembang dan diyakini oleh sebagian masyarakat berupa oral history seputar keberadaan pusat Kerajaan Sriwijaya yang berlokasi di perbatasan Bengkulu-Sumatera Selatan.

Kedua contoh di atas menunjukkan hal yang sama, yaitu masih diperlukannya pengkajian yang mendalam untuk menelusuri kebenaran nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Makam di Lebong hingga kini masih menjadi misteri seputar asal-usulnya. Demikian pula dengan oral history tentang pusat Kerajaan Sriwijaya masih memerlukan kajian dan penelitian yang mendalam untuk menguji kebenarannya.

Mengingat validitas sumber dan data yang muncul di lapangan masih dipertanyakan keabsahannya, maka Tim Pusat Studi Sejarah Bengkulu menggunakan metode wawancara yang dikuatkan dengan pembuktian peninggalan sejarah. Cara ini kemudian dipadukan dengan kajian pustaka agar nilai kesejarahan mendekati unsur obyektivitas.

Metode wawancana hingga rangkaian pembuktian selanjutnya, sementara akan diberlakukan untuk menggali tentang sejarah tulisan suku Rejang dan keberadaan beberapa kerajaan di Bengkulu. Muara dari kerja Tim Pusat Studi Sejarah Bengkulu adalah mendokumentasikan hasil penelitian melalui media tulisan, film, dan foto.

(Tunggul Tauladan/05/08-2011)

Sumber foto: http://www.flickr.com/

Share

Form Komentar


« Index