English Version | Bahasa Indonesia

Gelar Budaya di Karaton Glagah Wangi

11 Juni 2013 11:32



Para raja dan sultan dalam Gelar Budaya Karaton Glagah Wangi

Demak, KerajaanNusantara.Com -- Kesultanan Dhimak Bintoro atau Kesultanan Demak Bintoro pada Kamis (6/6) malam menghelat Gelar Budaya Karaton Glagah Wangi. Acara ini dihelat di Bangsal Witono, Karaton Glagah Wangi, Kesultanan Dhimak Bintoro yang berlokasi di Jalan Pangeran Demak No. 100, Kenep, Mangunjiwan, Demak, Provinsi Jawa Tengah. Sejumlah perhelatan kebudayaan, seperti tari-tarian, disajikan dalam Gelar Budaya Karaton Glagah Wangi yang bertepatan dengan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab 1434 Hijriah.

Perhelatan Gelar Budaya Karaton Glagah Wangi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Letjen TNI (Purn.) Dr. (H.C.) H. Sutiyoso, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. Ir. H. Eko Maulana Ali Suroso, S.AP., M.Si., M.Sc., Ketua Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Datuk Cendekia Himatullah, Datuk Seri Citrawangsa, Pangeran Nata Waskita Mahyudin Al Mudra SH., MM, serta budayawan Ray Sahetapi. Selain itu, hadir pula sejumlah perwakilan dari kerajaan-kesultanan di Nusantara, seperti dari Aceh, Sulawesi, Surakarta, Jawa Barat, Malaysia, dan Brunai Darussalam.

Gelar Budaya Karaton Glagah Wangi juga dihadiri sejumlah perwakilan dari beberapa yayasan yang peduli terhadap pelestarian kerajaan, kesultanan, dan keraton di Nusantara. Yayasan-yayasan tersebut antara lain: Lembaga Adat Keraton Majapahit yang diwakili oleh KRAY. Choirunnisa Mas Kumambang, Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara (Silatnas) yang diwakili oleh KRAT. Mas’ud Thoyib Adiningrat, Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yalasutra) yang diwakili oleh Yang Mulia Sultan Mangun Tua Tumpak Nabolon, dan Yayasan Pamanah Rasa Nusantara (Yaparanus) yang diwakili oleh KRAY. Ikke Dewi Sartika.

Dalam Gelar Budaya Karaton Glagah Wangi, Kesultanan Dhimak Bintoro memberikan gelar adat kepada sejumlah tokoh, seperti Letjen (Purn.) Sutiyoso, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. Ir. H. Eko Maulana Ali Suroso, S.AP., M.Si., M.Sc., Ketua BKPBM Datuk Cendekia Himatullah, Pangeran Nata Waskita, Pangeran Citra Wangsa Mahyudin Al Mudra SH., MM, serta budayawan Ray Sahetapi. Selain itu, gelar adat juga diberikan kepada perwakilan dari beberapa kerajaan atau kesultanan di Nusantara.

Ketua BKPBM Datuk Cendekia Himatullah, Pangeran Nata Waskita, Pangeran Citra Wangsa Mahyudin Al Mudra SH., MM mendapatkan gelar adat Kanjeng Raden Mas Haryo

Gelar adat yang diberikan terdiri dari beberapa nama. Gelar untuk seseorang yang berkiprah di dunia kemiliteran, seperti Letjen (Purn.) Sutiyoso dan Brigjen TNI Tato Setiawan mendapatkan gelar adat “Kanjeng Pangeran Haryo Yudhonegoro” atau “Kanjeng Raden Mas Haryo Yudhonegoro”. Sedangkan gelar untuk seseorang yang berkiprah di dunia kebudayaan, akademisi, maupun bangsawan, seperti seperti Ketua BKPBM Mahyudin Al Mudra SH., MM., Ray Sahetapi, maupun perwakilan dari kerajaan-kesultanan di Nusantara, mendapatkan gelar adat “Kanjeng Pangeran Haryo” atau “Kanjeng Raden Mas Haryo”.

Tari Gambyong

 

Gelar Budaya Karaton Glagah Wangi merupakan sebuah perhelatan kebudayaan yang menampilkan beragam kesenian tradisional. Dalam kesempatan ini ditampilkan beberapa tari-tarian, seperti Tari Gambyong dan Tari Bedhoyo Sumunaring Karaton Glagah Wangi Dhimak Bintoro. Selain itu, ditampilkan pula penembromo, yakni syair yang dilantunkan dalam Bahasa Jawa serta wayang kulit semalam suntuk.

Tari Bedhoyo Sumunaring Karaton Glagah Wangi Dhimak Bintoro

Acara gelar budaya merupakan sebuah upaya untuk melestarikan seni tradisi. Keraton sebagai salah satu penjaga dan pelestari seni tradisi memiliki peran yang sangat penting terhadap kelangsungan kebudayaan asli bangsa Indonesia ini. Lewat keraton, seni tradisi bersemai, tumbuh, dan berkembang. Oleh karena itu, kesadaran untuk menjaga, merawat, melestarikan keberadaan keraton-keraton di Nusantara memiliki peran yang sangat penting. (Tunggul Tauladan/01/knc/06-2013)


Share

Form Komentar


« Index