English Version | Bahasa Indonesia

264 Tahun Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat: Vox Populi Vox Dei

04 Mei 2011 11:36


Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Rakyat menjadi elemen paling penting dalam demokrasi. Suara rakyat mendapatkan tempat paling tinggi hingga diibaratkan jika suara rakyat adalah suara Tuhan. Oleh karena itu, maka demokrasi prosedural yang tampaknya mulai lazim di negeri ini seyogyanya dikembalikan kepada makna demokrasi yang paling asasi, yaitu rakyat, demikian pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Seperti dilansir dalam kr.co.id, pernyataan Sultan yang dibacakan oleh GBPH Joyokusumo pada peringatan 264 tahun berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Bangsal Pagelaran pada (2/5) tersebut, setidaknya memuat dua hal. Pertama tentang makna paling asasi dari demokrasi, yaitu rakyat. Dan kedua, jika makna tersebut telah dijalankan, maka suara rakyat akan mendapatkan tempat paling tinggi dibandingkan dengan suara-suara lainnya. Sehingga pihak-pihak yang mencoba menentang maupun menghalangi suara-suara tersebut seharusnya bisa disingkirkan, minimal legowo untuk mengalah.

Pernyataan tersebut secara langsung menyinggung tentang sikap sebagian politisi di tingkat pusat yang mencoba untuk kembali “menggoyang” isu keistimewaan. Padahal keistimewaan Yogyakarta telah mendapat restu dari sebagian besar rakyat yang tetap menghendaki agar Yogyakarta tetap istimewa.

Bingkai keistimewaan tetap memuat demokrasi, bahkan semangat pluralitas yang sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai pluralitas inilah yang dinilai oleh Sultan mulai luntur sehubungan dengan adanya tekanan untuk melakukan pemilihan. Padahal, nilai khas demokrasi terletak pada kekeluargaan, pemufakatan, dan kesepakatan yang seharusnya dijunjung tinggi.

Nilai-nilai khas dari demokrasi tersebut sebenarnya telah tampak di Yogyakarta. Mayoritas rakyat telah menyampaikan bermufakat untuk sepakat menjadikan Yogyakarta tetap istimewa. Suara-suara inilah yang seharusnya dikawal dan diakomodir apabila demokrasi mampu diletakkan pada bingkai yang sebenarnya.  

Sikap untuk mengawal dan mengakomodir suara rakyat tetap menjadi tugas utama Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sikap ini diharapkan tetap terjaga karena salah satu tujuan berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah memberikan manfaat kepada masyarakat seluas-luasnya.

(Tunggul Tauladan/04/05-2011)

Sumber Foto : http://www.kerajaannusantara.com/

Dibaca : 194 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar