
Yogyakarta, KerajaanNusantara -- Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat menyumbangkan kerangka gajah yang bernama Nyi Bodro kepada Museum Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Secara simbolis, GBPH Prabukusumo pada (11/05) selaku kerabat Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat menyerahkan tulang gajah kepada perwakilan dari Museum Biologi UGM.
Proses penggalian kerangka gajah Nyi Bodro telah dimulai oleh tim dari UGM sejak tanggal 4 Mei 2011 silam. Proses penggalian dilakukan setiap hari antara pukul 08.00-16.00 WIB dengan melibatkan 14 mahasiswa jurusan Biologi UGM serta lima orang staf.
Dirunut dari riwayatnya, Nyi Bodro adalah gajah yang ditangkap di Binjai, Sumatera Utara pada 10 Maret 1987. Ketika ditangkap, usia Nyi Bodro diperkirakan berumur 16 tahun. Sebagai upaya perlindungan, Nyi Bodro kemudian ditempatkan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Pada tahun 1996 Nyi Bodro dibawa ke Yogyakarta untuk dijadikan salah satu koleksi binatang peliharaan Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Selama menjadi koleksi Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Nyi Bodro telah melahirkan seekor anak gajah berjenis kelamin jantan pada tahun 1998. Namun pada tahun 2000 silam, Nyi Bodro mati karena sakit dalam usia 29 tahun dan dikubur di Gajahan, Kompleks Alun-Alun Selatan, Yogyakarta.
Penggalian, pembersihan, hingga proses akhir perangkaian kerangka gajah diperkirakan menghabiskan biaya sebesar 75 juta rupiah. Biaya ini diambil dari dana UGM sebesar 50 juta, Gubernur DIY 20 juta, dan 5 juta dari proyek imhere. Dari biaya tersebut, dana sebesar 15 juta dialokasikan untuk proses pengawetan dan perangkaian karena menggunakan kawat baja. Semua proses mulai dari pembersihan hingga pengawetan kerangka Nyi Bodro dilakukan di laboratoriun anatomi hewan dan laboratorium Taksonomi Hewan Fakultas Biologi UGM.
Setelah semua proses selesai dilakukan, kerangka gajah Nyi Bodro akan dipamerkan di Museum Biologi UGM yang beralamat di Jl. Sultan Agung no. 22, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta. Dipamerkannya kerangka Nyi Bodro ini sangat berguna bagi pengetahuan dan semakin memperkaya koleksi ensiklopedi pendidikan di Museum Biologi UGM.
(Tunggul Tauladan/09/05-2011)
Sumber Foto : http://kampus.okezone.com/