
Tugu Soekarno di Palangkaraya menjadi tempat perhelatan penganugerahan Tokoh Pancasila kepada sejumlah tokoh di tanah air. Sejumlah sepuluh tokoh menerima Anugerah Tokoh Pancasila, yaitu Sri Sultan HB X dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, almarhum Franky Sahilatua dari kalangan musisi, almarhum Sutradara Ginting, Siti Nurbaya, Marwah Daud Ibrahim, Syamsul Maarif, Gayus Lumbun, Denny Tewu, Fadly Zon, dan Maruarar Sirait
Malam perhelatan penganugerahan Tokoh Pancasila memang sengaja dipusatkan di Tugu Soekarno karena di tempat inilah, Presiden Pertama RI sekaligus Proklamator, dan Penggagas Pancasila melakukan peletakan batu pertama bagi pembangunan Kota Palangkaraya. Perhelatan yang digelar pada (11/06) ini merupakan perhelatan kedua setelah sebelumnya untuk kali pertama, acara serupa dihelat di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2010.
Hadir dalam acara ini, antara lain Gubernur Kalimantan Tengah, Agustun Teras Nanang dan pengusaha Hasyim Joyohadikusomo. Agustun Teras Nanang dalam kata sambutannya menyatakan bahwa pelaksanaan perhelatan Anugerah Tokoh Pancasila di Tugu Soekarno dinilai telah tepat karena di tempat ini menyimpan banyak makna, terutama yang berkaitan dengan Pancasila. Selain tu, lanjut Nanang, pada kesempatan ini juga akan dilakukan deklarasi Bumi Tambun Bungai sebagai Bumi Pancasila.
Sri Sultan HB X dalam kata sambutannya menyatakan bahwa Pancasila harus selalu dimasukkan sebagai dasar pertimbangan dalam pembuatan Undang-Undang. Jika dasar ini tidak terpenuhi, maka berakibat dengan lahirnya beberapa undang-undang yang merugikan bangsa Indonesia, seperti yang terjadi dalam undang-undang yang mengatur tentang masalah lingkungan dan kebijakan penanaman modal. Oleh karena itu, segala hal yang bertalian dengan pengambilan keputusan yang bermuara pada lahirnya sebuah undang-undang hendaknya harus berdasarkan pada Pancasila yang telah terbukti berpihak pada NKRI.
Selain Anugerah Tokoh Pancasila, di hari yang sama juga digelar seminar nasional bertempat di aula Universitas Palangkaraya. Seminar Nasional bertema “Rakyat mencari Pemimpin” ini dibuka oleh Rektor Universitas Palangkaraya, Henry Singarasa.
Seminar nasional ini menampilkan beberapa pembicara, yaitu Marwah Daud Ibrahim yang membawakan makalah berjudul “Kepemimpinan Pancasila dalam Perspektif Partai Politik”, Imam Sugema dengan makalah berjudul “Kepemimpinan Pancasila dalam Perspektif Ekonomi”, dan Komarudin Watubun yang menyampaikan makalah berjudul “Kepemimpinan Pancasila dalam Perspektif Partai Politik Oposisi”. Seminar nasional ini masih merupakan satu rangkaian dengan Anugerah Tokoh Pancasila.
(Tunggul Tauladan/05/06-2011)
Sumber foto: http://www.mediaindonesia.com/