English Version | Bahasa Indonesia

Makam Sultan Sharif Ali

Makam Sultan Sharif Ali
Makam Sultan Sharif Ali

Riwayat Sultan Sharif Ali

Sultan Sharif Ali adalah Sultan Brunei Darussalam ke-3. Beliau merupakan ulama yang berasal dari Taif, Arab Saudi. Sultan Sharif Ali atau yang kemudian dikenal juga dengan nama Sultan Berkat datang ke Brunei sekitar tahun 1400 ketika Kesultanan Brunei diperintah oleh Sultan Muhammad Shah (1362-1402 M).

Secara genealogis, Sharif Ali merupakan keturunan dari Nabi Muhammmad SAW yang berasal dari Sayidina Hasan (cucu Nabi Muhammad SAW). Hal ini dibuktikan dalam Salasilah Raja-raja Brunei yang termaktub dalam Tarsilah Brunei, yaitu  “Sharif Ali adalah anak cucu Sayidina Hasan (cucu Rasulullah Saw yang datang dari Taif membawa sebilah pedang (Pedang Si Bongkok)…”.  

Selain merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW, Sharif Ali juga pernah menjabat sebagai Amir Mekah yang bergelar Al Amir Sharif ‘Ali bin Sharif ‘Ajlan bin Sharif Rumaithah bin Sharif Muhammad Abu Numaie Al Awwal. Jabatan Amir Mekah yang pernah disandang oleh Sharif Ali dibuktikan dengan dimilikinya Pedang Si Bongkok yang dibawa serta dari Taif menuju Kesultanan Brunei.

Bentuk pedang Si Bongkok mirip dengan pedang Amir Mesir yang kini tersimpan di Museum Islamiah, Mesir. Menurut beberapa fakta sejarah, pedang Si Bongkok adalah hadiah dari Kerajaan Turki kepada dua Amir, yaitu Amir Mesir dan Mekah. Pedang ini digunakan selama abad ke-14 hingga 15. Kini pedang Si Bongkok menjadi senjata pusaka milik Kesultanan Brunei Darussalam dan diwariskan secara turun-temurun kepada para Sultan Brunei Darussalam.

Sikap santun sebagai penyebar agama Islam dan sisi genealogis yang baik membuat Sultan Brunei kala itu, Sultan Ahmad (1408-1425 M) menjodohkan Sharif Ali dengan puterinya, Puteri Ratna Kesuma. Ketika Sultan Ahmad mangkat, Sharif Ali naik tahta karena Sultan Ahmad tidak memiliki putera. Pemerintahan Sultan Sharif Ali dikenal sebagai masa penguatan fondasi Islam di Kesultanan Brunei yang telah diletakkan sejak masa pemerintahan Sultan Muhammad Shah (1362-1402 M).

Sultan Sharif Ali melakukan beberapa perubahan yang terkait erat dengan hukum Islam, antara lain: menyusun pemerintahan yang berdasarkan agama Islam, meluruskan arah kiblat, dan membuat aturan yang melarang rakyat Brunei untuk makan daging babi, jika larangan ini dilanggar maka akan dihukum mati. Selain itu, Sultan Sharif Ali juga membangun masjid bertingkat tiga di Kampong Sengkurong, sekitar 16 Km dari Bandar Seri Begawan.

Selain aspek keislaman, di bidang pemerintahan, Sultan Sharif Ali juga mewariskan beberapa peninggalan, yaitu membuat lambang, panji, dan alat kebesaran Brunei yang disebut Tunggul Alam Bernaga serta Mahkota Sultan Brunei. Alat kebesaran tersebut hingga kini masih dipergunakan di Kesultanan Brunei Darussalam.

Dalam bidang pertahanan, Sultan Sharif Ali membangun sebuah kota yang berlokasi di antara Pulau Chermin dan Pulau Keingaran. Kota ini dibangun dengan cara menenggelamkan 40 kapal yang berisi batu. Oleh karena itulah, kota bersejarah di Brunei Darussalam ini dikenal dengan nama Kota Batu.

Pemerintahan Sultan Sharif Ali berlangsung hingga tahun 1432 M. Beliau mangkat dan dimakamkan di pekuburan Islam di Kota Batu, Bandar Seri Begawan. Makam Sultan Sharif Ali berada tidak jauh dari Museum Brunei dan Makam Sultan Brunei Darussalam ke-5, Sultan Bolkiah (1485-1524 M).

Makam Sultan Sharif Ali dibangun dengan sangat indah sebagai penghormatan terhadap sosok beliau yang telah menguatkan fondasi keislaman di Kesultanan Brunei Darussalam. Selain memperindah bentuk makam, sebagai bentuk apresiasi atas jasa Sultan Sharif Ali, Sultan Hassanal Bolkiah (Sultan Brunei ke-29) membangun sebuah masjid megah yang diberi nama Masjid Sultan Sharif Ali yang diresmikan pada 1986. Masjid ini terletak di Kampong Sengkurong, sekitar 16 Km dari Bandar Seri Begawan. Selain masjid, nama Sultan Sharif Ali juga diabadikan sebagai nama beberapa lembaga pendidikan, yaitu Sekolah Menengah Sultan Sharif Ali di Kampong Salambigar, Jalan Muara dan Universitas Islam Sharif Ali (UNISSA) yang berdiri pada 1 Januari 2007. 

Deskripsi Makam Sultan Sharif Ali

Nisan di Makam Sultan Sharif Ali menunjukkan tahun kemangkatan beliau, yaitu 836 Hijriah atau bertepatan dengan 1432 M. Pada nisan ini tertulis huruf Arab-Melayu yang diterjemahkan: “Ya Allah. Dari Hijrah Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam Delapan Ratus Tiga Puluh Enam Tahun dalam bulan Jamadilawal malam Khamis waktu Isya‘ di hari Ali berpindah dari dunia ke akhirat, wassalam bil-khair.”

Nama Sultan Sharif Ali tidak disebutkan dalam nisan batu nisan tersebut, melainkan hanya ”Ali” saja. Menurut tradisi lisan, beliau berpesan bahwa ketika nantinya mangkat, maka di batu nisan jangan ditulis nama gelar, melainkan hanya nama ”Ali” saja. Hal ini merupakan ketetapan Sultan Sharif Ali yang berkeyakinan bahwa pengangkatan dirinya menjadi Sultan Brunei Darussalam semata-mata melaksanakan perintah Allah SWT.

”Sharif” atau ”syarif” pada dasarnya bukan nama, melainkan gelar dari budaya Arab yang memiliki arti ”yang terhormat” atau ”yang amat mulia”. Oleh karena itu, besar kemungkinan nama sesungguhnya dari Sultan Sharif Ali adalah Ali, bukan Sharif Ali. Hal inilah yang ingin beliau ukir di nisan makamnya agar orang-orang hanya mengingat Ali semata, bukan orang yang ”terhormat’ atau ”mulia” karena Sultan Sharif Ali menganggap semua orang adalah sama di mata Allah SWT.

Makam Sultan Sharif Ali mengalami beberapa kali renovasi. Nisan makam Sultan Sharif Ali pernah diganti dari kayu bulian menjadi batu. Tidak diketahui secara persis kapan renovasi nisan tersebut dilakukan. Hanya saja pada 1951, Awang Haji Bakir menemukan nisan dari kayu yang bertuliskan nama yang serupa dengan nisan di Makam Sultan Sharif Ali.  

Renovasi kedua dilakukan dengan cara mengganti makam Sultan Sharif Ali dari gundukan tanah menjadi makam yang megah dan indah. Sebelum memasuki makam Sultan Sharif Ali dibangun sebuah gazebo dari kayu  berukiran sangat indah. Di atas makam Sultan Sharif Ali berdiri sebuah bangunan berarsitektur Arab yang dilengkapi dengan kubah mirip masjid berwarna keemasan. Di sekeliling makam Sultan Sharif Ali dibangun pagar. Jalan menuju makam ini dibuat dari bahan dasar ubin berwarna putih sehingga tampak bersih dan indah.  

Sumber Foto: http://melayuonline.com/ind/history/dig/428/makam-sultan-sharif-ali

Dibaca : 13949 kali
« Kembali ke Makam

Share

Form Komentar