English Version | Bahasa Indonesia

Wilayah Kekuasaan

Ditinjau dari perjalanan sejarahnya, perubahan luas wilayah Kesultanan Serdang dari zaman ke zaman diperoleh melalui beberapa cara, di antaranya dengan jalan penaklukan, kekerabatan (ikatan perkawinan), atau penggabungan wilayah oleh kerajaan-kerajaan kecil ke wilayah Kesultanan Serdang. Sejak awal berdirinya, wilayah Kesultanan Serdang beberapa kali mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman dan kondisi sosial-politik yang terjadi. Semasa era kolonial Hindia Belanda, Kesultanan Serdang, dimasukkan ke dalam Residensi Sumatra Timur bersama sejumlah kerajaan lainnya, antara lain: Kerajaan Asahan, Kerajaan Deli, Kerajaan Kualuh dan Leidong, Kerajaan Langkat, Kerajaan Pelalawan, serta Kerajaan Siak Sri Inderapura.

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945 dan dilanjutkan dengan pengakuan kedaulatan tahun 1949 terjadi perubahan lagi. Kesultanan Serdang yang semula termasuk ke dalam wilayah Sumatra Timur, sejak tahun 1950 dilebur menjadi bagian dari Provinsi Sumatra Utara hingga saat ini.

Berdasarkan data yang ditemukan dari beberapa sumber, daerah-daerah yang pernah dan masih menjadi bagian dari wilayah Kesultanan Serdang, antara lain: Percut, Perbaungan, Sungai Ular, Sungai Serdang, Padang, Bedagai, Sinembah, Batak Timur, Negeri Dolok, Batubara (Lima Laras), Serbajadi, Denai, Patumbak, Rantau Panjang, Bandar Labuhan, Lengo Seperang/Kwala Namu, Pantai Cermin, Pertumbukan/Galang, Medan Senembah, Tambak Cikur, Rantau Panjang, hingga Lubuk Pakam, dan lain sebagainya.

 

Dibaca : 2431 kali
« Kembali ke Sejarah Kerajaan / Kesultanan

Share

Form Komentar