English Version | Bahasa Indonesia

Gelar Kebangsawanan di Luar Kerabat Kesultanan

Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura memberikan gelar kebangsawanan kepada orang-orang di luar keluarga istana yang dinilai telah berjasa dan memberikan manfaat bagi Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura pada khususnya, rakyat Kalimantan Timur, dan negara Republik Indonesia pada umumnya. Gelar kebangsawanan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura biasanya diberikan bertepatan dengan acara budaya yang sedang digelar, misalnya menjadi rangkaian dalam perayaan Pesta Budaya Erau.

Pada perayaan Erau Pelas Tujuh Benua 2010 yang diselenggarakan pada bulan Juli 2010, misalnya, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura memberikan anugerah gelar kebangsawanan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia (Mendbudpar RI) Jero Wacik. Dalam kesempatan itu, Jero Wacik memperoleh gelar kebangsawanan “Wirata Prana”. Orang yang menerima gelar kebangsawanan ini adalah orang kesayangan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura karena dinilai memiliki kepedulian yang tinggi dan berkomitmen mengayomi budaya, khususnya budaya Kutai. Gelar “Wirata Prana” juga bermakna “seseorang yang memegang teguh adat raja (pemimpin)”.

Pada kesempatan yang sama, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura juga menganugerahkan gelar kebangsawanan kepada Wakil Gubernur Kaltim H. Farid Wadjdy dan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Farid Wadjdy diberi gelar “Raden Surya Nata Praja” yang berarti “orang yang memiliki kemampuan sangat baik dalam bidang tata kepemerintahan”. Sedangkan Rita Widyasari memperoleh gelar kebangsawanan “Raden Among Surawati”. Gelar ini bermakna “perempuan tinggi semampai yang cerdas dan pandai bicara”.

 

Dibaca : 1033 kali
« Kembali ke Gelar Kerajaan / Kesultanan

Share

Form Komentar