Festival Keraton Matan Tanjungpura merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu acara utama dalam memperingati Milad Keraton Matan Tanjungpura sekaligus Milad Kerajaan Matan Tanjungpura. Acara ini dihelat di Keraton Matan Tanjungpura yang berlokasi di Jalan Pangeran Kusuma Jaya No. 1, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
Acara Festival Keraton Matan Tanjungpura dihelat sebagai upaya untuk mempertahankan identitas kebudayaan daerah (kebudayaan asli). Menurut Pangeran Ratu Kertanegara Ir. H. Gusti Kamboja MH, Festival Keraton Matan Tanjungpura dihelat dengan maksud untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah, dimulai dari Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, hingga Kalimantan pada umumnya.
Festival Keraton Matan Tanjungpura berfungsi untuk mengangkat tradisi budaya Indonesia serta mendorong masyarakat untuk tetap mempertahankan jatidiri budaya bangsa melalui beragam kegiatan budaya yang dilakukan, mulai Karnaval Pawan hingga Aneka Lomba Tradisional. Hal ini penting karena di era globalisasi ini, setiap komunitas, baik suku, bangsa, hingga negara, harus memperkuat dimensi kebudayaan dan memelihara struktur-struktur nilainya. Tujuan dari upaya ini adalah agar budaya asli (daerah) tidak hilang akibat pengaruh budaya luar. Pasalnya, lewat terjaganya jatidiri budaya daerah ini, maka identitas budaya nasional akan tetap terpelihara.
Pada tataran inilah, fungsi kerajaan/kesultanan beserta keraton di dalamnya merupakan penjaga gawang kebudayaan sangat penting. Beragam kebudayaan daerah berpusat di keraton, sehingga dari keraton inilah sebenarnya budaya tersebut muncul, terpelihara, dan lestari. Oleh karena itu, acara-acara bertema kebudayaan hendaknya senantiasa diselenggarakan di keraton secara reguler.
Festival Keraton Matan Tanjungpura terdiri dari beberapa acara, yaitu:
1. Karnaval Pawan.
Karnaval ini dimulai dari Jembatan Pawan 1 hingga taman Keraton Matan Tanjungpura. Peserta karnaval terdiri dari para sultan dan raja, menteri atau yang mewakili, serta muspida.
2. Prosesi Adat Tepung Tawar, Tepak Sirih, dan Kute Mare (pertunjukan silat)
Prosesi ini dihelat di taman Keraton Matan Tanjungpura. Prosesi ini dihelat sebagai ungkapan syukur sekaligus ucapan selamat datang kepada para sultan dan raja, menteri atau yang mewakili, serta muspika yang datang menghadiri Festival Keraton Matan Tanjungpura.
3. Parade Budaya
Parade budaya dihelat di halaman Keraton Matan Tanjungpura. Peserta parade adalah para muda-mudi dari berbagai etnis, termasuk di dalamnya putra-putri bangsawan Matan Tanjungpura. Parade Budaya ini menampilkan keragaman etnis dan adat Kerajaan Matan Tanjungpura. Di sini ditampilkan pakaian adat dari berbagai etnis.
4. Pagelaran Seni dan Budaya
Acara Pagelaran Seni dan Budaya diisi dengan penampilan dari berbagai kelompok kesenian, bengkel seni, sanggar kesenian, dan penyair. Acara ini dihelat di Keraton Matan Tanjungpura.
5. Aneka Lomba Tradisional
Beragam lomba tradisional digelar selama perhelatan Festival Keraton Matan Tanjungpura. Lomba-lomba tradisional yang digelar tersebut adalah lomba sampan tradisional, lomba kato (sampan bermesin), lomba menombak, lomba Syair Gulung, lomba gasing, lomba Tari Zapin, dan lomba hadroh. Beragam perlombaan ini dihelat di beberapa lokasi, yaitu di Sungai Pawan (lokasi yang dipilih adalah aliran sungai yang terdapat di depan Keraton Matan Tanjungpura), Panggung Pentas Budaya Keraton Matan Tanjungpura, serta halaman Keraton Matan Tanjungpura.
Selain acara-acara tersebut di atas, Festival Keraton Matan Tanjungpura juga diisi dengan sambutan dari Majelis Raja Kerajaan Matan Tanjungpura, Majelis Kerajaan Nusantara Kalimantan Barat, perwakilan dari para raja atau sultan yang diundang, serta perwakilan dari pemerintah. Dalam Festival Keraton Matan Tanjungpura ini, Majelis Raja Kerajaan Matan Tanjungpura juga memberikan gelar adat maupun cinderamata Kerajaan Matan Tanjungpura kepada para raja, sultan, atau tamu undangan lainnya. (Tunggul Tauladan)