English Version | Bahasa Indonesia

Labuhan Pertama Pasca Erupsi Merapi

02 Juli 2011 14:46


Upacara Labuhan Gunung Merapi

Hari ini (2/7) untuk pertama kali sejak erupsi Merapi 2010 lalu digelar Upacara Labuhan. Selain labuhan pertama sejak erupsi Merapi 2010, labuhan ini juga merupakan labuhan yang pertama kali dipimpin oleh juru kunci Gunung Merapi yang baru, Mas Lurah Suraksosihono atau Asih. Seperti diberitakan sebelumnya, Asih adalah anak ketiga Almarhum Mas Ngabehi Suraksohargo atau Mbah Maridjan, Juru Kunci Gunung Merapi yang ikut meninggal akibat erupsi Merapi 2010-2011 silam.

Labuhan yang dirancang lebih sederhana dalam pelaksanaannya ini dimulai pada pukul 10.00 WIB. Labuhan dimulai dengan penyerahan uba rampe (salah satunya adalah apem) dari Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadingrat di Kecamatan Cangkringan. Kemudian Bregada Prajurit Gandungarum menyerahkan uba rampe kepada Juru Kunci Gunung Merapi, Mas Lurah Suraksosihono. Upacara serah terima kepada Juru Kunci Gunung Merapi dilakukan di Hunian Sementara (Huntara) Plosokerep Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.

Menurut rencana, pada malam hari akan digelar wayang kulit semalam suntuk menampilkan dalang Ki Janadi Suharjono. Tepat pada tengah malam akan diadakan doa dan renungan di bekas rumah Almarhum Mas Ngabehi Suraksohargo atau Mbah Maridjan.

Pada pagi hari (03/07), menurut rencana, pada pukul 06.00 WIB, uba rampe labuhan akan dibawa oleh abdi dalem diikuti masyarakat sekitar menuju lokasi labuhan di Alas Bedengan yang terletak 1,5 km dari bekas kediaman rumah Mbah Maridjan. Beberapa benda yang dilabuh antara lain: sinjang kawung, sinjang cangkring, dara muluk, destar, semekan gadung mlati, dan semekan bangun tulak

Lokasi labuhan tahun ini berbeda dengan lokasi labuhan yang lazim digunakan pada tahun-tahun sebelumnya, namun masih dalam satu kawasan, yaitu termasuk ke dalam wilayah bukit Sri Manganti yang berjarak sekitar dua kilometer dari Dusun Ngrangkah, tepatnya berada di bawah Pos I pendakian Gunung Merapi. Setelah usai prosesi labuhan yang melibatkan sekitar 500 orang, akan digelar pentas seni dan jatilan dari masyarakat sekitar lereng Merapi.

(Tunggul Tauladan/03/07-2011)

Sumber foto: http://matanews.com/

Dibaca : 228 kali
« Beranda kerajaan

Share

Form Komentar